DPRD Kalteng Pelajari Cara Pengelolaan Wisata di DIY
Pandemi Covid-19 Memberikan Dampak Yang Cukup Besar
Untuk itu Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng Hj Faridawaty Darland Atjeh selaku unsur pimpinan sekaligus koordinator bidang Pariwisata. Beserta beberapa anggota dari Komisi III yakni Andina Theresia Narang, Hj Sri Neni Trianawati, Andayani, dr. Niksen S. Bahat, Heri Santoso, staf komisi dan staf Fraksi Pendukung melaksanakan Kunker ke provinsi tersebut.
“Banyak informasi yang kami dapat dari pihak Dinas Pariwisata DIY saat melaksanakan kunjungan,”ucap Politisi perempuan asal Fraksi Partai NasDem DPRD Kalteng ini, melalui pesan Whatsapp Minggu (13/6/2021).
Di sampaikan Faridawaty, Dinas Pariwisata DIY pun mengakui, jika pandemi Covid-19 selama ini memberikan dampak yang cukup besar pada aktivitas bisnis, khususnya pada bidang Pariwisata.
Di mana jumlah kunjungan wisatawan yang masih sangat sedikit (minim).
Menyiapkan Destinasi Pariwisata dan Industri
“Saat ini pertumbuhan ekonomi DIY pada 2021 Triwulan pertama masih sangat rendah jika di bandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada tingkat nasional,”terang Faridawaty.
Untuk mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi lanjutnya menerangkan, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan destinasi pariwisata dan industri dengan pendampingan kerjasama dengan Bank Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekomomi Kreatif.
Setiap pemerintahan kabupaten maupun kota, bulan Juli 2021 ini sudah dapat mengusulkan program destinasi beserta objeknya.
“Seperti kesiapan ruang isolasi, westafel, termogun dan penerapan prokes. Masing-masing kabupaten/kota dapat mengajukan 30 objek wisata. Destinasi tersebut di ajukan dengan di lengkapi syarat dan kesiapannya.
Barulah di lakukan ujicoba terbatas mulai dari simulasi, sertifikasi, monitoring evaluasi dan program staycation. Yakni mendorong masyarakat Yogyakarta untuk menghabiskan masa liburan di dalam DIY dan tidak liburan ke luar daerah,”pungkasnya. (pra)




