DPRD Minta Program Bedah Rumah 600 Unit di Palangka Raya Tepat Sasaran dan Transparan

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan meminta pemerintah kota mengedepankan transparansi serta akuntabilitas dalam pelaksanaan program bedah rumah sebanyak 600 unit agar benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Hatir, yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Palangka Raya, mengatakan program peningkatan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi Rumah Layak Huni (RLH) harus diawali dengan proses pendataan yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Yang paling utama adalah ketepatan sasaran. Jangan sampai program yang sangat baik ini justru tidak diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan. Data harus diverifikasi secara cermat,” ujarnya di Palangka Raya, Kamis (26/2/2026).
Hatir menegaskan, validasi dan verifikasi data calon penerima bantuan wajib dilakukan secara menyeluruh sejak tahap awal pendataan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bantuan menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang memang layak menerima.
“Kami ingin proses pendataan dilakukan secara terbuka dan melibatkan pengawasan agar tidak terjadi kekeliruan maupun tumpang tindih penerima,” katanya.
Ia menjelaskan, program bedah rumah tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat melalui skema pembangunan rumah layak huni yang bersumber dari anggaran negara.
Karena menggunakan dana publik, seluruh tahapan pelaksanaan program harus berjalan transparan serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun kepada masyarakat luas.
“Kami di DPRD tentu akan mengawal mulai dari pendataan, penetapan penerima hingga progres pembangunan di lapangan. Ini menyangkut anggaran negara dan hak masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai program RLH bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Rumah yang layak, lanjutnya, berpengaruh langsung terhadap kesehatan keluarga, kenyamanan hunian, hingga masa depan anak-anak.
“Rumah yang layak berdampak pada kesehatan, kenyamanan, bahkan masa depan anak-anak di dalamnya. Jadi ini bukan hanya soal bangunan, tetapi kualitas hidup. Kami berharap program ini benar-benar menjadi solusi nyata untuk menekan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial di Kota Palangka Raya,” tutup Hatir. (bam)




