Fatwa MUI, Kripto Haram

Fatwa MUI, Kripto Haram

KALTENG.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa cryptocurrency alias aset kripto adalah komoditas yang sah di perjualbelikan tetapi haram untuk di jadikan sebagai mata uang.

Aset kripto yang di maksud adalah yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying. Serta memiliki manfaat yang jelas hukumnya sah untuk diperjualbelikan.

Aset kripto saat ini juga banyak di minati dunia termasuk orang di Indonesia sebagai investasi. Bahkan nyatanya perdagangan aset kripto di jadikan mata pencaharian utama oleh jutaan masyarakat Indonesia saat ini untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Baca Juga:  Masjid Terapung Dibangun di Tanah Bumbu Kalsel, Ikon Wisata Religi

Mengomentari hal itu. CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan bahwa dengan adanya kenaikan harga yang cukup tinggi dari tahun ke tahun. Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap investasi aset kripto semakin hari makin bertambah.

Hal itu di buktikan dengan terus meningkatnya volume transaksi serta bertambahnya. Pendaftar yang ikut terjun mendaftar di banyak crypto exchange resmi di Indonesia.

Baca Juga:  15 Desa di Mura Tertinggi Kasus Stunting

Menurutnya, aset kripto memang bukan di jadikan sebagai mata uang, khususnya di Indonesia. “Ini juga sama seperti hasil musyawarah MUI yang mengharamkan kripto. Sebagai mata uang karena di Indonesia hanya rupiah mata uang yang di akui.

Di Indodax sendiri kita memperdagangkan banyak jenis aset kripto. Bahkan volume perdagangan terbesar di Indodax datang dari aset kripto yang punya underlying aset fisik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/11/2021).