ALL SPORTBeritaSport

Fenomena Alysa Liu: Atlet Seluncur Indah yang Jadi “Golden Girl” Baru Amerika dan Jagat Maya

KALTENG.CO-Dunia figure skating baru saja menobatkan ratu barunya. Alysa Liu, atlet seluncur indah asal Amerika Serikat, resmi menyandang gelar “Golden Girl” setelah keberhasilannya menyabet medali emas individu putri di Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026, Kamis (19/2) lalu.

Kemenangan ini bukan sekadar prestasi biasa. Medali emas yang diraih Alysa merupakan emas pertama bagi Amerika Serikat di nomor individu putri sejak tahun 2002. Namun, fenomena Alysa Liu tidak berhenti di atas permukaan es saja; popularitasnya meledak hebat di jagat maya.

Fenomena Viral: Pengikut Instagram Naik 10 Kali Lipat

Sebelum meluncur di arena Olimpiade Milano-Cortina, Alysa Liu tercatat memiliki sekitar 330 ribu pengikut di Instagram. Namun, hanya dalam waktu sepekan setelah kemenangannya yang fenomenal, jumlah tersebut meroket tajam hingga menyentuh angka 3,3 juta pengikut.

Kenaikan 1.000 persen ini membuktikan bahwa Alysa telah melampaui status sebagai atlet dan menjadi ikon budaya populer baru. Apa yang membuat netizen begitu terpesona?

Gaya Ikonik dan Kepribadian yang Berani

Selain kepiawaiannya menari di atas es, gaya personal Alysa yang “nyentrik” menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda (Gen Z). Beberapa hal yang menjadi perbincangan hangat di media sosial meliputi:

  • Rambut Bleached Unik: Tampilan rambut pirang terangnya memberikan kesan segar dan berbeda dari citra atlet figure skating tradisional yang biasanya tampil sangat formal.

  • Piercing Gusi: Detail kecil namun berani ini memicu diskusi luas dan kekaguman atas keberaniannya mengekspresikan diri.

  • Konten Otentik: Foto dan video kegembiraannya saat merayakan kemenangan yang tersebar luas memperlihatkan sisi kemanusiaan Alysa yang sangat relatable.

Bangkit dari “Burnout” di Usia Muda

Dibalik senyum lebarnya saat ini, perjalanan Alysa menuju podium tertinggi tidaklah mulus. Pada usia 16 tahun, ia sempat mengejutkan dunia olahraga dengan memutuskan berhenti (pensiun dini) karena mengalami burnout dan tekanan mental yang hebat.

Keputusannya untuk kembali ke arena es dan akhirnya menjadi juara Olimpiade di usia 20 tahun adalah sebuah cerita comeback yang inspiratif.

“Saya sangat bahagia saat berada di atas es. Tidak ada yang bisa membuat saya lebih bahagia dari itu,” ungkap Alysa sebagaimana dikutip dari laman resmi Olimpiade.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Alysa tidak lagi bertanding demi tekanan atau ekspektasi orang lain, melainkan murni karena kecintaannya pada olahraga tersebut.

Warisan Baru untuk Amerika Serikat

Dengan medali emas ini, Alysa Liu mengakhiri paceklik kemenangan Amerika Serikat selama 24 tahun di nomor individu putri figure skating.

Ia kini sejajar dengan legenda-legenda pendahulunya, namun dengan sentuhan modern yang membawa olahraga ini ke era digital yang lebih luas. (*/tur)

KADIN KALTENG
https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button