Fenomenal Drama Layangan Putus, Berikut Sinopsisnya

Fenomenal Drama Layangan Putus

KALTENG.CO – Serial drama Layangan Putus sedang viral. Cerita perselingkuhan seorang suami yang diadaptasi dari kisah nyata itu menyentuh hati banyak penonton. Ditambah, akting mumpuni para pemainnya membuat tayangan 10 episode itu menjadi fenomenal.

Jalan ceritanya membuat para penonton gregetan. Perselingkuhan dalam kehidupan dalam rumah tangga merupakan sinopsis paling menonjol dalam skenarionya.

’’IT’S my dream, not her. My dream, Mas!’’ ucap Kinan (Putri Marino) dengan nada tinggi kepada Aris (Reza Rahadian) setelah mengetahui suaminya itu pergi bersama Lydia (Anya Geraldine) ke tempat impiannya, Cappadocia, Turki. Amarah Kinan meledak saat itu, apalagi ketika dia menemukan bukti transfer bahwa Aris membelikan penthouse seharga Rp 5 miliar untuk Lydia.

Namun, Aris tetap mengelak seolah-olah tidak mengerti apa yang dikatakan istrinya. Aris pergi dan Kinan merasakan kontraksi pada perutnya. Setibanya di rumah sakit, dokter memutuskan untuk mengeluarkan calon bayi Kinan. Namun, anak kedua mereka yang diberi nama Reno itu tak terselamatkan.

Pemakaman Reno Berlangsung Haru

Kinan memilih untuk diam, menyembunyikan kesedihan dan kehancuran hatinya sembari bersandar di pelukan sang ibunda, Farida. Di antara sekerumunan tamu yang hadir, ada Lydia. Kinan memeluknya dan berbisik kepada Lydia bahwa dialah pembunuh Reno.

Sutradara Benny Setiawan menuturkan bahwa pihaknya memang sengaja menaruh konflik klimaksnya di pertengahan episode. Adegan ’’It’s my dream, not her. My dream, Mas!’’ itu disiapkan betul dengan matang. Sebelum pengambilan gambar, semua yang terlibat melakukan latihan.

Mulai intonasi bicara Putri dan Reza hingga angle kamera yang akan diambil. ’’Karena orang-orang udah nggak sabar nunggu kapan ketahuannya. Ketika dikasih di episode 6, ya pas. Dan meledak,’’ jelas Benny saat wawancara virtual, Sabtu (1/1/2022).

Pendalaman karakter serta kemampuan akting Reza dan Putri yang andal membawa penonton ikut terbawa perasaan. Benny menyatakan, mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk menjiwai peran masing-masing. ’’Kalau skenario ini dimainkan bintang biasa, bukan kelas yang mumpuni, saya rasa selesai. Hasilnya tidak akan sefenomenal ini,’’ papar Benny.

Putri Request Nggak Mau Banyak Nangis

Khusus Reza dan Putri, dia memercayai dua bintang utamanya itu untuk mengeksplorasi peran masing-masing. Dan mereka berhasil memanfaatkan kesempatan itu.

’’Dari reading, Putri request nggak mau banyak nangis di awal. Maunya nanti pas klimaks di pertengahan episode. Saya bilang oke dan terbukti,’’ katanya.

Benny menceritakan bahwa ketika syuting di mulai, Putri selalu datang dengan suasana hati yang Kinan rasakan saat itu. Ibu satu anak tersebut berhasil menanggalkan kepribadiannya sebagai Putri di lokasi syuting.
’’Jadi, dia memang merasuk banget ke karakternya. Setelah (syuting, Red) selesai, Putri ceria lagi,’’ ungkap Benny.

Baca Juga:  Varian Omicron Merebak, Larangan WNA Masuk Indonesia Dicabut

Sementara itu, dengan Anya, dia menilai bahwa bakat akting dara berusia 26 tahun itu berkembang pesat. Anya di sebut mampu mengimbangi perannya sebagai pelakor dan bermain dengan artis kelas atas seperti Reza dan Putri. Sebab, kiprahnya di dunia seni peran terbilang baru.

’’Dia mau belajar, menghayati. Tidak sulit mengarahkannya. Perkembangannya luar biasa. Anya pun mengakui proses belajarnya di Layangan Putus sangat besar,’’ terang sutradara film Bukan Cinta Biasa tersebut.

45 Hari Putri Menanggung Beban Emosi Kinan

Bagaimana rasanya memerankan tokoh Kinan?
Sangat-sangat emosional, ya, harus menanggung beban Kinan selama 45 hari syuting. Itu sangat berat sekali pastinya. Namun, saya beruntung karena punya support system yang luar biasa. Jadi, walaupun berat, tetap bisa di bawa santai.

Ada treatment khusus untuk karakter ini?
Kalau yang di maksud nonton film-film yang mirip sih, nggak ya. Aku lebih baca terus skripnya untuk mendalami karakter. Terus juga diskusi sama Mas Reza.

Gimana bonding dengan Reza demi mendapatkan chemistry?
Kami saling berdiskusi, saling terbuka satu sama lain, dan peduli dengan karakter masing-masing. Jadi seperti itu. Dan, chemistry bisa terbangun juga karena Pak Benny yang memberikan kami ruang untuk diskusi dan mengeksplorasi karakter.

Di mata Putri, Kinan itu sosok yang seperti apa?
Dia itu perempuan yang mandiri, tangguh, cerdas, tahu apa yang di mau, dan rela meninggalkan karier untuk serius mengurusi suami juga anak-anaknya.

TRIVIA LAYANGAN PUTUS

Di luar Indonesia, Layangan Putus berhasil menjajaki peringkat atas serial terlaris WeTV di Malaysia, kedua di USA, ketiga di Singapura, keempat di Australia dan Hongkong.

Pengalaman perdana bagi Oka menulis skenario bergenre thriller dan bagi Benny menggarap serial. Awalnya, Benny tidak tertarik dengan isu perselingkuhan. Namun, hati nya berubah setelah mengetahui cerita ini di angkat dari kisah nyata.

Putri Marino bukan kandidat pertama yang di ajukan memerankan tokoh Kinan. Adegan fenomenal ’’It’s my dream. Not her. My dream, Mas!’’ di lakukan hanya sekali take.

Scene Kinan bercerita dengan teman-temannya tentang kesedihannya berlangsung selama 9 menit. Selama itu, suasana set berlangsung hening. Bahkan, sampai ada yang ketiduran.

Adegan tersebut juga berhasil membuat para kru terkesima dengan pendalaman karakter Putri. Juga menangis. Benny pun mengakui matanya ikut berkaca-kaca.

LAYANGAN PUTUS
PEMAIN
Reza Rahadian, Putri Marino, Anya Geraldine, Marthino Lio, Raquel Katie, Frederika Alexis Cull
SUTRADARA
Benny Setiawan
PENULIS SKENARIO
Oka Aurora
PRODUSER
Manoj Punjabi
WAKTU TAYANG
Jumat dan Sabtu di WeTV dan Iflix
RUMAH PRODUKSI
MD ENTERTAINMENT. (tur)