BeritaMETROPOLISPeristiwa

Geger Penumpang ‘Menyamar’ Jadi Pramugari Batik Air, Identitas Aslinya Terbongkar!

KALTENG.CO-Manajemen Batik Air memberikan pernyataan tegas terkait insiden seorang penumpang perempuan yang berpenampilan menyerupai pramugari dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta pada Selasa, 6 Januari 2026. Perusahaan memastikan bahwa sosok tersebut bukan merupakan awak kabin maupun karyawan resmi maskapai.

Kejadian ini sempat menarik perhatian penumpang lain karena penampilan oknum tersebut yang sangat menyerupai kru bertugas, sehingga memicu potensi kesalahpahaman di tengah penerbangan.

Bukan Bagian dari Kepegawaian Batik Air

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa individu bersangkutan tidak memiliki hubungan profesional apa pun dengan perusahaan. Berdasarkan pengecekan sistem internal, nama oknum tersebut tidak terdaftar sebagai staf.

“Yang bersangkutan bukan awak kabin, karyawan, maupun perwakilan resmi Batik Air,” tegas Danang saat memberikan konfirmasi secara resmi pada Kamis (8/1).

Pihak maskapai juga memberikan penjelasan mendalam mengenai atribut yang digunakan oknum tersebut:

  • Bukan Inventaris Resmi: Atribut dan aksesori yang dikenakan bukan merupakan perlengkapan resmi yang dikeluarkan perusahaan.
  • Status Penumpang Sah: Hasil penelusuran menunjukkan oknum tersebut adalah penumpang biasa yang memiliki boarding pass resmi.
  • Tindakan Kru: Awak kabin yang bertugas telah mendeteksi kejanggalan sejak fase inflight service dan bertindak sesuai SOP.

Kronologi dan Penanganan di Lapangan

Kejanggalan mulai terendus saat proses pelayanan di dalam pesawat berlangsung. Kru Batik Air yang sigap melakukan pengamatan dan konfirmasi secara profesional. Setelah pesawat mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, kru langsung berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec).

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap integritas maskapai dan keamanan penumpang. Batik Air memandang serius tindakan penyalahgunaan atribut yang menyerupai seragam resmi, karena hal ini dapat merugikan masyarakat dan menurunkan kepercayaan publik.

“Seragam dan identitas awak kabin Batik Air bersifat resmi dan hanya digunakan oleh personel yang telah lulus rekrutmen serta pelatihan ketat,” tambah Danang.


Imbauan Kewaspadaan bagi Masyarakat

Menyikapi insiden ini, Batik Air mengeluarkan imbauan agar masyarakat lebih cermat dan waspada. Penggunaan identitas palsu sering kali menjadi pintu masuk bagi berbagai tindakan penipuan.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh calon penumpang:

  1. Penipuan Rekrutmen: Pihak yang meminta uang atau data pribadi dengan janji menjadi awak kabin.
  2. Penawaran Tiket Ilegal: Penawaran harga tiket atau kerja sama melalui jalur tidak resmi.
  3. Identitas Palsu: Oknum yang mengaku karyawan untuk tujuan yang tidak bertanggung jawab.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan berita terkini mengenai industri penerbangan atau mencari mobil bekas untuk transportasi ke bandara, pastikan selalu menggunakan kanal informasi yang terpercaya.


Batik Air berkomitmen untuk selalu menjaga standar keamanan dan kenyamanan penerbangan. Kejadian “pramugari gadungan” ini kini telah ditangani oleh pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi jika menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait operasional maskapai.

Bagaimana pendapat Anda mengenai keamanan identitas kru maskapai saat ini? Sampaikan pendapat Anda dan bagikan artikel ini agar lebih banyak orang waspada terhadap modus penipuan serupa. (*/tur)

Related Articles

Back to top button