
KALTENG.CO-Peristiwa alam besar baru saja melanda wilayah Indonesia Timur. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,5 hingga 7,6 mengguncang kawasan Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/3/2026) pagi pukul 06.48 WITA.
Guncangan hebat ini memicu peringatan dini tsunami yang kemudian terkonfirmasi oleh data lapangan.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang tsunami minor telah terdeteksi di beberapa titik pengamatan.
Detail Deteksi Tsunami oleh BMKG
Melalui akun resminya di platform X (dahulu Twitter), BMKG merilis pemutakhiran data mengenai kenaikan permukaan air laut pasca-gempa. Berikut adalah rincian wilayah yang mencatat kedatangan gelombang:
Halmahera Barat (Maluku Utara): Tsunami terdeteksi pada pukul 07.08 WITA dengan ketinggian 0,3 meter.
Kota Bitung (Sulawesi Utara): Tsunami terdeteksi pada pukul 07.15 WITA dengan ketinggian 0,2 meter.
Meskipun ketinggian gelombang tercatat di bawah satu meter, status peringatan dini tetap diberlakukan guna meminimalisir risiko bagi masyarakat di pesisir pantai.
Daftar Wilayah Berstatus Siaga dan Waspada
BMKG memberikan klasifikasi tingkat bahaya berdasarkan potensi dampak gelombang di masing-masing daerah. Berikut adalah pembagian wilayahnya:
1. Wilayah Status Siaga
Daerah yang masuk dalam kategori Siaga diimbau untuk melakukan evakuasi sesuai prosedur tetap:
Maluku Utara: Ternate, Halmahera, dan Tidore.
Sulawesi Utara: Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan, dan Minahasa Utara.
2. Wilayah Status Waspada
Beberapa daerah lainnya ditetapkan dalam status Waspada, yang meliputi:
Kepulauan Sangihe.
Minahasa Utara bagian utara.
Kabupaten Bolaang Mongondow bagian selatan.
Imbauan Penting bagi Masyarakat
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa kepanikan yang berlebihan.
“Masyarakat perlu memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman sebelum kembali masuk, terutama untuk menghindari potensi runtuhan akibat struktur yang melemah,” ujar Zulkifli.
Beberapa poin penting yang harus diperhatikan warga saat ini antara lain:
Hindari Bangunan Retak: Jangan memasuki rumah atau gedung yang mengalami kerusakan struktur akibat guncangan gempa utama.
Cek Informasi Resmi: Jangan mudah percaya pada berita atau pesan berantai (hoax) yang beredar di media sosial tanpa sumber jelas.
Pantau Kanal BMKG: Informasi terbaru mengenai pengakhiran peringatan dini tsunami hanya akan disampaikan melalui kanal resmi BMKG.
Situasi Terkini
Hingga saat ini, otoritas terkait masih terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Tim reaksi cepat sedang melakukan pendataan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun potensi korban jiwa akibat gempa bumi kuat tersebut.
Bagi masyarakat yang berada di zona merah, diharapkan tetap berada di titik pengungsian yang aman hingga BMKG secara resmi mencabut status peringatan dini tsunami. (*/tur)



