Ekonomi Bisnis

Transaksi Ekspor melalui Pelabuhan di Kalteng Meningkat

PALANGKA RAYA-Kontribusi layanan transportasi perdagangan ekspor seluruh pelabuhan di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami peningkatan. Dari 23,61 persen pada Juli 2020 menjadi 30,48 persen pada Agustus 2020.

“Transaksi ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah senilai US$26,96 juta. Melalui Pelabuhan Kumai US$18,87 juta, Sampit US$4,84 juta, Pangkalan Bun US$2,19 juta dan Pulang Pisau US$1,06 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Yomin Tofri M.A, belum lama ini.

Sedangkan layanan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, lanjut Yomin, senilai US$61,48 juta. Sebagian besar melalui Banjarmasin sebesar US$38,73 juta, Tanjung Perak sebesar US$12,19 juta, dan Tanjung Priok sebesar US$5,53 juta.

Secara kumulatif, tambah Yomin, kontribusi layanan ekspor di Kalteng meningkat. Dari 19,02 persen pada Januari-Agustus 2019 menjadi 26,55 persen pada Januari-Agustus 2020. Menurut dia, nilai ekspor melalui pelabuhan Kalteng senilai US$324,84 juta, terutama dilayani melalui Pelabuhan Kumai sebesar US$229,86 juta dan Sampit sebesar US$60,25 juta.

“Layanan ekspor melalui provinsi lain senilai US$898,64 juta, terutama melalui Pelabuhan Banjarmasin sebesar US$641,96 juta, Pelabuhan Tanjung Perak sebesar US$91,92 juta, dan Bandara Soekarno Hatta sebesar US$61,08 juta,” terangnya.

Mengenai bongkar muatan komoditas impor, jelas dia, dari seluruh negara mitra dagang di luar negeri selama Agustus 2020 dilakukan melalui Pelabuhan Pulang Pisau US$1,10 juta dan Sampit US$0,80 juta.

“Secara kumulatif, impor selama Januari-Agustus 2020 dilayani melalui Pelabuhan Sampit sebesar US$9,29 juta dan berkontribusi sebesar 46,19 persen dari total impor. Pelabuhan Kumai menduduki posisi kedua dengan nilai US$8,15 juta dan berkontribusi sebesar 40,53 persen,” tandasnya. (aza)

Related Articles

Back to top button