Stok Oksigen di RSUD Kota Palangka Raya Masih Mencukupi
Menyikapi soal keterlambatan distribusi oksigen ke Palangka Raya, Silvia yang merupakan putri dari pemilik CV Palangka Gas tersebut mengaku hal itu di sebabkan keterlambatan kapal pengangkut bahan dasar oksigen dari Surabaya, Jawa Timur.
“Kapal yang mengangkut liquid (bahan gas oksigen) dari Surabaya menyebut, meskipun pihaknya melayani pembelian gas oksigen oleh masyarakat untuk keperluan pasien Covid-19 yang menjalani isoman, tapi tidak sertamerta di layani pihaknya. Silvia mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu memastikan dengan cara melakukan panggilan video call dengan pasien isoman.
“Untuk orang sakit itu pun saya harus video call sama pasiennya,” kata Silvia sembari menjelaskan bahwa video call di perlukan agar pihaknya mengetahui saturasi oksigen dari pasien bersangkutan.
Berdasarkan pengamatan Kalteng Pos, terlihat sejumlah warga membawa tabung gas oksigen berukuran besar dan kecil secara bergantian datang ke kantor perusahaan tersebut untuk mengusung kami layani,” pungkas Silvia.
Puji Tuhan Untuk Stok Oksigen
Di RSUD Kota Saat Ini Masih Stabil
Terpisah, Direktur RSUD Kota Palangka Raya dr Abram Sidi Winasis melalui Kabag Humas Hendra Panguntaun menyampaikan, stok oksigen di RSUD Kota Palangka Raya saat ini masih mencukupi, walau saat ini RSUD Kota sedang menangani banyak pasien terkonfirmasi dengan gejala sedang hingga berat. “Puji Tuhan untuk stok oksigen di RSUD Kota saat ini masih stabil,” ucapnya, kemarin.
Lebih lanjut pria yang juga men- jabat sebagai kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota ini mengungkapkan, kemarin pihaknya mendapat tambahan 30 oksigen baru dari penyuplai. Dan pada sore harinya, menerima lagi sekitar 30 tabung oksigen.
Jadi puskesmas terdekat, jangan sampai saat sesak napas baru di bawa ke rumah sakit,” tuturnya. Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, berdasarkan laporan pihak RSUD Kota Palangka Raya, saat ini stok oksigen di rumah sakit tersebut stabil atau mencukupi.
“Sekarang ini kan masih stabil stok oksigen, saya cuman mengim- bau masyarakat Kota Cantik supaya tidak perlu membeli oksigen kalau tidak memerlukan, jangan ciptakan panic buying yang tentunya dapat merugikan sesama,” pungkasnya.
Pemprov Bentuk Satgas Oksigen
Sementara itu, Pj Sekda Provinsi Kalteng Nuryakin mengatakan, Memang, lanjut dia. Stok oksigen untuk Rumah Sakit dr Doris Sylvanus Palangka Raya bisa bertahan satu minggu, terhitung sejak Senin lalu. Namun di RS lain- nya ada yang hanya bisa bertahan satu atau dua hari saja.
“Untuk menutupi kekurangan itu, maka bisa digunakan sistem pinjam pakai dari RS lain,” lanjut dia. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kalteng ini menambahkan. Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran sudah mengeluarkan kebijakan membeli 30 tabung gas oksigen di Sidoarjo dengan dana mencapai Rp450 juta. Juga sudah menyurati distributor oksigen.
“Yang melegakan saat ini adalah bahwa PT Korindo bisa memenuhi keperluan 900 tabung gas per hari. Dua hari ini sudah di lakukan uji coba,” jelas Nuryakin. Kerja sama ini di yakini akan sangat membantu menangani kekurangan oksigen di Bumi Tambun Bungai ini. Nantinya tabung gas yang ada di bawa ke PT Korindo untuk diisi.
“Kami juga meminta kepada para pemilik apotek. Atau mereka yang berhubungan dengan penyediaan oksigen agar tidak menggunakan kesempatan seperti ini untuk penimbunan dan lainnya. Diharapkan ikut memperhatikan kelangsungan kehidupan masyarakat, karena saat ini di perlukan kerja sama untuk menangani pandemi Covid-19,” pungkasnya. (sja/ahm/ abw/ce/ala)




