
KALTENG.CO-Pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, tahun ini menjadi panggung strategis bagi Indonesia.
Melalui konsep yang dikenal sebagai “Blue Davos”, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempertegas komitmennya dalam memimpin agenda kelautan global dan menarik investasi sektor ekonomi biru.
Spirit of Dialogue: Mengatasi Ketegangan dengan Kolaborasi Laut
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry, mengungkapkan bahwa WEF 2026 mengusung tema “Spirit of Dialogue”. Tema ini menjadi krusial di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia, di mana dialog lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan.
“Isu air dan laut mendapat sorotan khusus. Dalam kerangka Blue Davos, air ditempatkan sebagai fondasi keberlanjutan global karena tekanan terhadap ekosistem perairan kian nyata,” ujar Hendra dalam konferensi pers di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Tiga Pilar Utama Blue Davos
Hendra menjelaskan bahwa tantangan global seperti kenaikan suhu laut, risiko banjir yang mengancam miliaran jiwa, hingga krisis air tawar menjadi fokus bahasan. Agenda Blue Davos diterjemahkan ke dalam tiga pilar utama:
Pengelolaan dan Akses Air Tawar: Menjamin ketersediaan sumber daya air bagi kehidupan.
Ketahanan Pangan Biru (Blue Food): Mengoptimalkan protein laut sebagai solusi pangan dunia.
Perlindungan Laut & Ekonomi Biru: Mendorong investasi yang selama ini dinilai masih kecil dibandingkan nilai ekonomi ekosistem perairan yang sangat besar.
“Kami berharap ada peningkatan investasi di bidang ekonomi biru melalui forum ini,” tambah Hendra.
Menuju Ocean Impact Summit (OIS) Bali 2026
Salah satu langkah konkret KKP di Davos adalah memperkenalkan Ocean Impact Summit (OIS) yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada Juni mendatang. Forum ini diharapkan menjadi wadah bertemunya para pemimpin negara, ilmuwan, dan investor global.
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto, menegaskan bahwa persiapan OIS terus dilakukan secara intensif. “Event bertaraf internasional ini akan dihadiri banyak kepala negara serta pejabat NGO internasional,” kata Doni.
Kolaborasi Strategis dengan WEF
Guna meningkatkan kredibilitas di mata dunia, Indonesia resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan World Economic Forum. Kerja sama ini difokuskan pada penyelenggaraan OIS di Bali.
Ketua Tim Kerja Sama Multilateral KKP, Desri Yanti, menjelaskan bahwa kemitraan ini sangat penting. “Dengan bekerja sama dengan WEF, Indonesia dapat meningkatkan kredibilitas Ocean Impact Summit secara global dan memperluas jejaring kemitraan strategis,” jelasnya.
Selain diplomasi formal, KKP juga aktif melakukan promosi di Paviliun Indonesia dengan memperkenalkan ragam sumber protein laut kepada audiens global sebagai bagian dari literasi pangan biru. (*/tur)



