Hadiri Isra Mi’raj di Palangka Raya, Berikut Sosok Cicit Syekh Abdul Qadir Al Jailani
Kemudian beliau melanjutkan belajarnya di kota suci Madinah selama beberapa tahun. Hingga pada tahun 1978 M, terbesit dalam hati beliau untuk mencari dan meneliti buah karya Sulthanul Auliya Syekh Abdul Qadir al-Jailani radhiyallahu ‘anhu yang masih banyak berbentuk tulisan tangan asli (manuskrip).
Sejak saat itulah beliau habiskan waktu beliau untuk mencari dan meneliti buah karya tersebut. Beliau kunjungi sekitar 50 perpustakan resmi (nasional) dan sepuluh perpustakaan khusus (sulit dimasuki khalayak umum) di lebih dari 25 negara. Kunjungan seperti ini beliau ulangi lebih dari 20 kali untuk beberapa negara.
Dalam kunjungan tersebut beliau berhasil menemukan 17 kitab dan 6 risalah, salah satunya Tafsir al-Jailani yang menurut telaahan beliau tidak ada duanya dan bandingannya di dunia ini.
Dan, beliau pun akan terus mencari dan meneliti karya-karya Sulthanul Auliya yang sangat banyak dan masih tersebar dibelahan dunia. Terlebih, selepas keliling dunia beliau menjadi tahu bahwa ada 14 kitab yang hilang, belum diketahui keberadaannya.




