PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Harapkan bantuan bagi warga terdampak banjir Palangka Raya. Itu yang diinginkan warga yang mengalami musibah alam ini. Debit air justru semakin meninggi, hingga merendam hampir sebagian rumah warga.
Seperti yang terjadi di Kelurahan Petuk Katimpun, Palangka Raya tepatnya Katimpun bawah area dermaga, baik rumah, masjid, sekolah dan lainnya habis terendam banjir, hingga menyebabkan aktivitas di wilayah tersebut lumpuh total dan membuat warga harus mengungsi ketempat yang lebih aman.
Selain itu, sepanjang kurang lebih dua kilometer akses jalan satu-satunya penghubung Petuk Katimpun atas dan bawah di wilayah tersebut turut terendam banjir dengan ketinggian yang mencapai kurang lebih 1,5 meter.
“Untuk dapat menuju ke tempat satu dan lainnya, warga harus menggunakan alkon/getek sebagai sarana transportasi. Pasalnya, ketinggian air cukup tinggi, bahkan kendaraan besar sekalipun tidak berani untuk melintasinya,” ujar Dhaladzi selaku Ketua RW I/RT 03 Kelurahan Petuk Katimpun, kepada Kalteng.co, Sabtu (11/9/2021) sore.
Begitu juga dengan kondisi banjir yang terjadi di Jalan Pelatuk Induk hingga Pelatuk VII Palangka Raya. Di mana dalam tiga hari terakhir, air mulai merambah masuk ke perumahahan warga yang bermukim di wilayah depan.
Ketua RT 06/ RW IX Supriadi mengatakan, dari 142 Kepala Keluarga (KK) di wilayahnya, tercatat sebanyak 65 KK terdampak banjir. Namun, beberapa diantaranya memilih untuk mengungsi ketempat sanak keluarga sampai dengan debit air menurun.
“Apabila intensitas hujan turun dengan curah yang tinggi, banjir di kawasan Jalan Pelatuk ini tidak dapat dihindari. Pasalnya, wilayah ini dapat di bilang masuk dataran rendah. Hanya banjir ini lebih lama dari banjir yang pernah terjadi sebelumnya,” jelas Supriadi.
Ia berharap, musibah banjir yang terjadi di Jalan Pelatuk mendapat perhatian pemerintah. Pasalnya, setiap banjir terjadi apa yang telah diusulkannya tidak pernah terealisasi.
“Saya dan warga berharap ada bantuan yang bisa diberikan pemerintah ataupun para pemangku kepentingan lainnya. Bantuan tersebut bisa dengan mendirikan pos kesehatan. Karena, di saat banjir seperti sekarang kesehatan akan sangat rentan terserang penyakit. Sementara pos kesehatan penanganan banjir saat ini hanya ada di Jalan Arut, kami cukup jauh untuk mendatangi lokasi,” terangnya.
Usulan bantuan juga di sampaikan oleh Ketua RT 04/RW IV, Jalan Mendawai I, Gang Paul Soeling, Mihel Saul. Besar harapannya pemerintah dapat memberikan bantuan berupa paket sembako dan obat-obatan kepada warga terdampak banjir di wilayahnya.
“Saya harap pemerintah, dapat memberikan perhatian pada warga terdampak banjir di wilayah Mendawai, khususnya Mendawai I untuk memberikan bantuan. Tercatat sebanyak 65 KK terdampak banjir saat ini di Mendawai I. Gang Paul Soeling,” tutup Mihel Saul. (pra)