Harga Emas Berpotensi Tembus Rp3 Juta Per Gram, Simak Analisis Lengkapnya!

KALTENG.CO-Pasar komoditas global kembali menjadi pusat perhatian para investor. Memasuki pekan terakhir Januari 2026, harga emas dunia diproyeksikan bergerak cenderung menguat.
Meski fluktuasi masih mungkin terjadi, sentimen geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global menjadi “bahan bakar” utama bagi kenaikan harga logam mulia.

Menurut pengamatan pasar, pergerakan harga emas saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang krusial. Namun, banyak analis meyakini bahwa tren bullish atau penguatan masih memiliki napas yang panjang.
Analisis Ahli: Antara Koreksi dan Reli Panjang
Ibrahim Assuaibi, seorang Pengamat Pasar Uang dan Komoditas terkemuka, memberikan pandangan mendalam mengenai dua skenario yang mungkin terjadi di pekan depan. Menurutnya, meskipun pasar terbuka untuk koreksi, peluang penguatan justru terlihat lebih dominan.
1. Skenario Koreksi (Bearish)
Jika terjadi tekanan jual, harga emas dunia diperkirakan bisa melandai ke level:
Support Pertama: $4.960 per troy ounce (Setara dengan Rp2.852.000 per gram di pasar domestik).
Support Kedua: $4.904 per troy ounce (Setara dengan Rp2.752.000 per gram).
2. Skenario Penguatan (Bullish)
Skenario ini dinilai memiliki peluang lebih besar untuk terjadi. Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia bisa melonjak ke:
Resisten Pertama (Senin, 26/1): $5.020 per troy ounce (Setara dengan Rp2.992.000 per gram).
Resisten Kedua (Sabtu, 31/1): $5.100 per troy ounce (Setara dengan Rp3.092.000 per gram).
“Ada kemungkinan besar harga menuju $5.100 sampai akhir pekan. Untuk pasar domestik, angka Rp3.092.000 per gram adalah target yang sangat realistis di akhir Februari nanti,” ujar Ibrahim dalam analisisnya.
Faktor Pendorong Utama: Mengapa Emas Terus Melambung?
Kenaikan harga emas tidak terjadi di ruang hampa. Berikut adalah sejumlah faktor makro dan geopolitik yang membuat investor berbondong-bondong mengamankan aset di safe haven:
Ketegangan Geopolitik yang Belum Mereda
Meskipun sempat ada harapan perdamaian terkait akses NATO di Greenland, situasi dunia justru semakin memanas. Penolakan negara-negara Eropa terhadap inisiatif perdamaian yang diajukan AS untuk Gaza dan Uni Eropa menciptakan keretakan hubungan diplomatik yang serius.
Dinamika Politik Amerika Serikat & Amerika Latin
Blokade minyak yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Kuba, menyusul gejolak politik di Venezuela, telah memperburuk situasi di Amerika Latin. Karena Kuba sangat bergantung pada pasokan minyak Venezuela, embargo ini memicu ketidakpastian ekonomi regional yang berdampak pada stabilitas global.
Perang Dagang dan Keseimbangan Supply-Demand
Ketegangan dagang yang belum usai terus menekan mata uang berisiko, membuat emas menjadi pilihan utama. Di sisi lain, keseimbangan antara permintaan fisik logam mulia dan ketersediaan pasokan di pasar global turut menjaga level harga tetap tinggi.
Strategi untuk Investor
Dengan target harga yang berpotensi menembus angka psikologis Rp3.000.000 per gram pada akhir Februari, emas tetap menjadi aset yang sangat menarik untuk dilirik. Namun, investor tetap disarankan untuk waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek di level support.
Tabel Ringkasan Proyeksi Harga:



