POLITIKA

DPW PAN Kalteng Sambut Baik Putusan MK Pemilu 2024 Dilakukan Secara Proporsional Terbuka

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tetap memberlakukan sistem proporsional terbuka pada Pemilu tahun 2024, dan menolak tegas segala permohonan pemohon yang menginginkan pemilu tahun 2024 dilakukan secara tertutup, disambut baik oleh DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Partai Berlogo Matahari Putih ini bahkan telah memprediksikan jauh hari sebelumnya, pemilu tahun 2024 tetap akan dilaksanakan secara terbuka seperti tahun 2019, 2014, dan 2009.

“Sebelumnya memang sempat terjadi beberapa kekhawatiran dari sejumlah kalangan, pengamat dan juga praktisi apabila pemilu tahun 2024 diberlakukan secara tertutup. Mereka menilai, kader partai akan diuntungkan apabila menggunakan sistem proporsional tertutup. Meski kader partai, kami juga tetap ketar-ketir apabila pemilu 2024 diberlakukan secara tertutup. Karena yang akan bekerja nantinya sangat minim sekali, paling tidak nomor urut 1, 2 dan 3 yang bekerja sungguh-sungguh memenangkan diri di Dapilnya,” ucap Sekretaris DPW PAN Kalteng Arif M Norkim kepada Kalteng.co, Kamis (15/06/2023).

Berbeda apabila Pemilu tahun 2024 menggunakan sistem proporsional terbuka, semua komponen dari nomor urut 1 hingga akhir melihat memiliki peluang yang sama, maka semua akan bergerak semaksimal mungkin untuk memenangkan dirinya di Dapilnya masing-masing.

“Jadi, kami sangat menghormati apa yang sudah menjadi keputusan MK ini dan sudah kami prediksikan juga, bahwa sistem ini yang terbaik dikarenakan masyarakat dapat memilih langsung calon legislatif pilihanya, tanpa harus diatur oleh partai lagi,” ujar Arif.

Dengan diterapkannya sistem proporsional terbuka, masyarakat juga bisa lebih ber’ekspresi secara positif dalam memilih calonnya. Karena biar bagaimanapun, sebebas-bebasnya orang masuk dan bergabung ke dalam partai sebelumnya juga tetap akan dilakukan penyeleksian.

“Jadi tidak asal masuk se’enaknya meski orang tersebut memiliki uang yang banyak, ya harus diseleksi dengan ketat. Ini kami pedomani agar Partai benar-benar selektif dalam memilih calon anggota, sehingga partai tidak dijadikan alat dikemudian hari,” pesan Arif M Norkim. (pra)

Related Articles

Back to top button