BeritaHIBURANMETROPOLIS

Identitas Dicatut di Facebook, Dewi Perssik Tempuh Jalur Hukum demi Keamanan Data

KALTENG.CO-Selama ini, sosok Dewi Perssik dikenal sebagai salah satu selebritas yang memiliki hati seluas samudera.

Penyanyi dangdut yang akrab disapa Depe ini kerap kali membuka pintu maaf bagi netizen yang melakukan tindakan tidak terpuji kepadanya. Namun, kebaikan hati tersebut rupanya mulai disalahartikan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Merasa dirinya “digampangkan” karena terlalu mudah memaafkan, Dewi Perssik kini memutuskan untuk mengambil sikap lebih tegas. Hal ini berkaitan dengan laporan dugaan manipulasi data setelah namanya dicatut untuk akun Facebook palsu.

Stigma “Minta Maaf Pasti Beres” yang Mulai Mengusik

Dewi Perssik mengungkapkan bahwa sikap lunaknya selama ini justru menjadi senjata bagi netizen untuk meremehkan hukum.

Saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4/2026), ia menirukan bagaimana netizen memandang remeh sanksi atas perbuatan mereka.

“Alah, nanti kalau sudah ketahuan sama Mami Depe, tinggal minta maaf. Mami Depe akan memaafkan kok,” ujar Dewi menirukan celetukan netizen yang sering ia dengar.

Anggapan bahwa permintaan maaf adalah “kartu as” untuk lolos dari jeratan hukum inilah yang ingin dipatahkan oleh sang biduan. Meski secara pribadi ia mengaku telah memaafkan pelaku, namun untuk urusan hukum, ceritanya berbeda.

Ancaman Manipulasi Data dan Keamanan Finansial

Langkah hukum yang diambil Depe bukan tanpa alasan kuat. Penggunaan namanya dalam akun Facebook palsu tersebut diduga kuat melibatkan manipulasi data. Hal ini memicu kekhawatiran serius bagi Dewi Perssik, terutama mengenai penyalahgunaan identitas di masa depan.

Ia mengkhawatirkan dampak jangka panjang yang bisa merugikan dirinya secara materil maupun imateril. “Takutnya nanti disalahgunakan di kemudian hari, terus nanti ujung-ujungnya menguras hartanya aku piye seremnya minta ampun,” ungkapnya dengan nada cemas.

Rugi Waktu dan Pekerjaan Demi Tegakkan Keadilan

Mengurus perkara hukum tentu bukan perkara sepele bagi seorang megabintang dengan jadwal yang padat. Dewi mengaku harus mengorbankan waktu dan pekerjaannya untuk bolak-balik ke kantor polisi. Inilah yang membuatnya mantap untuk menyeret pelaku hingga ke meja hijau.

Baginya, proses ini adalah pembelajaran agar tidak ada lagi pihak yang merasa bisa bersembunyi di balik kata “maaf” setelah melakukan kejahatan digital.

“Mungkin nanti akan ambil jalan yang lebih serius lagi karena capek ya, Mas. Harusnya kita kerja ya, malah disibukkan dengan beginian,” keluh Dewi Perssik.

Harapan ke Depan: Efek Jera bagi Pelaku Cyber Crime

Untuk saat ini, laporan Dewi Perssik tengah diproses oleh pihak kepolisian. Ia sangat berharap pihak berwajib dapat menindaklanjuti laporannya secara serius agar pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus yang menimpa Dewi Perssik ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa media sosial bukanlah ruang tanpa hukum. Pencatutan nama, manipulasi data, dan pembuatan akun palsu adalah tindakan kriminal yang memiliki konsekuensi nyata.

Dengan membawa kasus ini ke jalur hukum, Dewi Perssik memberikan pesan kuat: Kebaikan hati bukanlah celah untuk bisa diinjak-injak. (*/tur)

Related Articles

Back to top button