BeritaDPRD KALTENGLEGISLATIF

Infrastruktur Desa hingga Food Estate, Aspirasi Warga Dapil Kalteng V

PALANGKA RAYA,Kalteng.co – Anggota DPRD Kalteng, Juru Bicara Dapil Kalteng V, Noor Fazariah Kamayanti, menyampaikan, bahwa aspirasi masyarakat saat reses, yang mendominasi adalah bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ketahanan pangan. Hal tersebut di lontarkannya saat Rapat Paripurna ke-11 (Penutupan) Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025, di ruang rapat DPRD Kalteng, Senin (5/1/2026).

“Aspirasinya seperti peningkatan dan pengaspalan jalan poros desa, pembangunan serta rehabilitasi jembatan di wilayah pasang surut, pembangunan drainase pemukiman, hingga perluasan jaringan listrik desa dan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU),” kata Noor Fazariah Kamayanti saat menyampaikan laporannya dalam rapat kali itu.

Sebelumnya, Noor Fazariah Kamayanti menjelaskan, sejumlah anggota DPRD Dapil V telah turut melaksanakan reses di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, pada tanggal 2-9 November 2025. Selain itu, Anggota DPRD Kalteng dari Komisi II ini menyampaikan, sektor pertanian dan ketahanan pangan juga menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat Dapil V merupakan wilayah program food estate.

Warga mengharapkan optimalisasi saluran irigasi primer dan sekunder, bantuan sarana produksi pertanian seperti bibit unggul, pupuk, dan obat-obatan, serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Penyuluhan pertanian yang lebih intensif bagi kelompok tani juga di nilai sangat di butuhkan.

Menjadi Bahan Evaluasi Bagi Perencanaan Pembangunan Daerah

Di bidang pendidikan dan kesehatan, lanjut dia, masyarakat mengusulkan pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan rehabilitasi sekolah yang tidak layak, peningkatan kesejahteraan guru honorer, serta penambahan tenaga pendidik di desa terpencil. Sementara pada sektor kesehatan, warga meminta peningkatan fasilitas Puskesmas dan Pustu, ketersediaan obat-obatan, serta dukungan sarana bagi tenaga kesehatan berupa rumah dinas dan kendaraan operasional.

Sementara aspirasi di bidang kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat mencakup permintaan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, pelatihan keterampilan bagi perempuan dan pemuda, pembangunan serta renovasi rumah ibadah, hingga pengadaan sarana air bersih melalui sumur bor di wilayah rawan kekeringan.

“Semoga laporan reses kami ini dapat menjadi bahan evaluasi sebagai bahan masukan bagi perencanaan pembangunan daerah,” ujar Noor Fazariah Kamayanti.

“Hasil reses ini merupakan harapan besar masyarakat Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau yang memerlukan perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi. Kami berharap aspirasi ini dapat di integrasikan dalam RKPD agar manfaat pembangunan benar-benar di rasakan masyarakat,” imbuhnya. (bam*/aza)

Related Articles

Back to top button