7 Kebiasaan Buruk di Restoran yang Tak Pernah Dilakukan Orang Berkelas Sejati

KALTENG.CO-Lebih dari sekadar memuaskan rasa lapar, mengunjungi restoran adalah sebuah interaksi sosial yang mencerminkan kepribadian dan
tata krama seseorang di ruang publik, terutama dalam konteks bisnis atau pergaulan. Di balik hidangan lezat dan atmosfer yang menawan, etika makan memegang peranan penting yang sering kali terabaikan.
Sikap dan perilaku di meja makan, khususnya di restoran, tanpa disadari memberikan gambaran yang komprehensif tentang karakter seseorang.
Mereka yang memiliki kelas sejati tidak hanya dinilai dari kekayaan atau penampilan fisik, melainkan dari sikap sopan, penuh penghargaan, dan kemampuan menahan diri dalam berbagai situasi, termasuk saat menikmati hidangan.
Dilansir dari News Reports, inilah tujuh kebiasaan buruk yang tidak pernah dilakukan oleh orang berkelas sejati saat bersantap di restoran.
Bukan semata-mata untuk terlihat baik di mata orang lain, namun karena nilai-nilai kesopanan dan penghargaan ini telah mendarah daging dalam cara mereka memperlakukan sesama dan diri sendiri.
1. Berbicara Terlalu Keras dan Mendominasi Percakapan
Orang berkelas memahami betul pentingnya menghargai privasi dan kenyamanan orang lain di sekitarnya. Mereka tidak akan berbicara terlalu keras hingga mengganggu percakapan meja lain. Selain itu, mereka juga menghindari mendominasi percakapan, memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk menyampaikan pendapat dan berinteraksi.
2. Sibuk dengan Ponsel Sepanjang Waktu
Terlalu fokus pada ponsel saat makan bersama dianggap tidak sopan dan menunjukkan kurangnya perhatian terhadap orang-orang di meja yang sama. Orang berkelas akan menyimpan ponsel mereka atau setidaknya meminimalkan penggunaannya selama waktu makan, menghargai momen kebersamaan dan interaksi langsung.
3. Mengeluh Berlebihan dan Bersikap Kasar kepada Staf
Meskipun wajar untuk menyampaikan keluhan jika ada masalah dengan makanan atau pelayanan, orang berkelas akan melakukannya dengan sopan dan konstruktif. Mereka tidak akan bersikap kasar, merendahkan, atau menuntut kepada staf restoran. Mereka memahami bahwa staf juga manusia yang patut dihormati.
4. Makan dengan Terburu-buru dan Berantakan
Cara makan juga mencerminkan kelas seseorang. Orang berkelas akan makan dengan tenang dan tidak terburu-buru, menikmati setiap suapan. Mereka juga menjaga agar makanan tidak berceceran dan meja tetap rapi selama makan.
5. Mengambil Makanan dari Piring Orang Lain Tanpa Izin
Menghormati batasan pribadi adalah ciri orang berkelas. Mereka tidak akan mengambil makanan dari piring orang lain tanpa menawarkan atau meminta izin terlebih dahulu. Mereka memahami bahwa setiap orang memiliki preferensi dan porsi masing-masing.
6. Meninggalkan Sisa Makanan yang Sangat Banyak dengan Alasan Tidak Suka
Meskipun selera setiap orang berbeda, memesan makanan dalam jumlah banyak lalu meninggalkan sisa yang sangat banyak hanya karena “tidak suka” dianggap kurang menghargai makanan dan upaya pihak restoran. Orang berkelas akan memesan dengan bijak sesuai kemampuan mereka untuk menghabiskan makanan.
7. Tidak Mengucapkan Terima Kasih atau Memberikan Tip (Jika Sesuai)
Menunjukkan apresiasi atas pelayanan yang diberikan adalah bagian dari tata krama yang baik. Orang berkelas akan selalu mengucapkan terima kasih kepada staf restoran saat dilayani. Selain itu, mereka juga tidak akan ragu memberikan tip yang sesuai sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras staf (terutama di negara atau budaya di mana memberikan tip adalah hal yang umum).
Dengan menghindari tujuh kebiasaan buruk ini, seseorang tidak hanya menunjukkan tata krama yang baik di meja makan, tetapi juga memancarkan kelas sejati yang bersumber dari nilai-nilai penghargaan, kesopanan, dan rasa hormat kepada orang lain. Etika makan sederhana ini adalah cerminan dari karakter yang matang dan berkelas. (*/tur)




