Budaya Tambun Bungai Terus Gemerlap di Huma Betang Night ke-9

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Meski sempat di guyur hujan, kemeriahan Huma Betang Night (HBN) ke-9 yang di gelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap membara. Ribuan warga memadati area acara untuk menikmati sajian seni dan budaya khas Bumi Tambun Bungai, sebuah perayaan yang menjadi ruang kebanggaan bagi masyarakat Kalteng.
Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, hadir langsung di tengah suasana penuh semangat tersebut. Di dampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Leonard tampak berbaur bersama warga, menyaksikan setiap penampilan di panggung HBN.
“Kami lengkap hadir di sini, para pejuang Huma Betang Night yang malam ini memasuki gelaran ke-9,” ujarnya Leonard. Menurut Leonard, antusiasme masyarakat Palangka Raya menjadi bukti kuat bahwa seni dan budaya warisan leluhur masih hidup di hati warga. Ia menegaskan, HBN bukan sekadar hiburan, melainkan cermin kecintaan pada identitas daerah.
“Ini bentuk kecintaan kita kepada budaya nenek moyang dan kearifan lokal yang harus terus kita rawat,” tandasnya. Leonard juga mengaitkan momentum HBN dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh di bulan Agustus ini.
Kita Mengisi Kemerdekaan Dengan Segala Yang Kita Punya
Ia mengajak semua pihak untuk memaknai kemerdekaan bukan hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai panggilan untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
“Kita mengisi kemerdekaan dengan segala yang kita punya, semangat kita, dan karya terbaik di manapun kita berada. Tujuannya satu: untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Malam HBN ke-9 kian meriah dengan penampilan Calldia Band yang membawakan lagu hits Teman Curhat, penyanyi Dayak Ressa Fatricia dengan deretan tembang populer, serta Bahalap Dance Camp yang memadukan tarian modern dan tradisional.
Tak kalah memukau, SSB Katining Ambun dan SSB Kahanjak Huang menampilkan tarian khas Dayak yang sarat makna, sementara Hintan Saraswaty membuat penonton terpukau lewat lantunan karungut yang menyentuh hati. Gelaran HBN kembali membuktikan bahwa meski zaman berubah, semangat menjaga budaya dan kearifan lokal di Bumi Tambun Bungai tetap menyala. (pra)
EDITOR : TOPAN




