BeritaHukum Dan KriminalNASIONAL

Insiden Tragis Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob: 3 Jenderal Polri Sampaikan Permohonan Maaf

KALTENG.CO-Insiden tragis yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta, yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polri, telah memicu respons cepat dari petinggi kepolisian.

Tiga jenderal polisi, termasuk Kapolri, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kejadian tersebut. Permohonan maaf ini menunjukkan keseriusan institusi Polri dalam menanggapi kasus yang menyita perhatian publik.

Permohonan Maaf dari Pimpinan Tertinggi Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi yang pertama menyampaikan permohonan maaf dan penyesalan mendalam atas insiden tragis yang terjadi. Peristiwa ini terjadi di tengah rangkaian pengamanan demo buruh di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).

Dalam pernyataannya, Jenderal Sigit menegaskan telah memerintahkan jajarannya untuk mengusut kasus ini hingga tuntas dan seadil-adilnya.

“Saya menyesali peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya. Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban. Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban dan seluruh keluarga, serta seluruh keluarga besar ojol,” ungkap Jenderal Sigit.

Pernyataan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan bentuk empati dan tanggung jawab institusi terhadap masyarakat, terutama keluarga korban dan komunitas ojol yang berduka.

Pernyataan Duka dan Tanggung Jawab dari Kapolda Metro Jaya

Sehari setelah kejadian, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri juga menyampaikan permohonan maaf. Pernyataan ini disampaikan secara langsung di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah bertemu dengan keluarga korban. Kehadiran Kapolda di tengah duka keluarga korban menunjukkan komitmen Polri untuk berhadapan langsung dengan dampak dari insiden tersebut.

“Saya atas nama pimpinan Polda Metro Jaya dan juga atas nama satuan, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam dan juga duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum,” ujar Irjen Asep.

Pernyataan ini sejalan dengan upaya Polri untuk membangun kembali kepercayaan publik yang mungkin terguncang akibat insiden tersebut.

Komitmen Pengusutan Tuntas dari Kadiv Propam Polri

Jenderal ketiga yang turut menyampaikan permohonan maaf adalah Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim. Beliau memastikan bahwa permohonan maaf ini disampaikan atas nama pribadi dan juga institusi Polri. Lebih dari sekadar permohonan maaf, Irjen Abdul Karim menegaskan komitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional.

“Atas nama pribadi dan institusi, kami turut berduka cita atas terjadinya kejadian korban meninggal dunia. Tentunya ini menjadi perhatian dari pimpinan kami dan organisasi kami untuk melakukan penindakan, proses seadil-adilnya, dan kami akan menanganinya transparan dengan melibatkan pihak eksternal secara profesional,” tegasnya.

Pernyataan ini memberikan harapan bagi publik bahwa proses hukum akan berjalan dengan adil dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Pelibatan pihak eksternal juga menjadi indikasi keseriusan Polri dalam menjaga objektivitas penyelidikan.


Mendorong Penegakan Hukum yang Transparan

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh institusi keamanan untuk selalu mengedepankan keselamatan dan hak sipil masyarakat. Respons cepat dan permohonan maaf dari para jenderal merupakan langkah awal yang positif. Namun, langkah paling krusial adalah memastikan bahwa janji untuk mengusut tuntas kasus ini benar-benar dipenuhi. Masyarakat akan terus memantau perkembangan kasus ini, dan transparansi proses hukum menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik.

Kejadian ini juga kembali menyoroti pentingnya prosedur operasional standar (SOP) yang ketat, terutama saat menggunakan kendaraan taktis di area padat penduduk. Evaluasi menyeluruh terhadap prosedur tersebut mungkin diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Bagaimana pendapat Anda tentang respons yang diberikan oleh petinggi Polri? Apakah Anda yakin proses hukum akan berjalan transparan dan adil? (*/tur)

Related Articles

Back to top button