BeritaNASIONALPOLITIKA

Isu Munaslub Golkar Kembali Mencuat, Bahlil dan Nusron Kompak Membantah

KALTENG.CO-Rumor mengenai akan diadakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di tubuh Partai Golkar kembali berembus kencang. Namun, isu tersebut segera ditepis keras oleh sejumlah tokoh penting di internal partai berlambang beringin ini.

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dan Ketua DPP Partai Golkar, Nusron Wahid, kompak menyatakan bahwa isu Munaslub tersebut tidak berdasar.


Bahlil Lahadalia: “Berita Tak Bersumber, Piye Toh?”

Saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Minggu (3/8/2025) kemarin, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia langsung menanggapi tegas isu Munaslub.

Bahlil menilai informasi tersebut hanyalah desas-desus liar yang tidak memiliki dasar dan sumber yang jelas. Ia pun mengimbau publik untuk tidak mudah mempercayai kabar yang beredar tanpa adanya kejelasan.

“Inilah. Masa mau dipercaya berita yang enggak ada sumbernya, piye toh (gimana sih),” ujar Bahlil dengan nada santai namun lugas. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Bahlil melihat isu Munaslub sebagai sesuatu yang tidak perlu ditanggapi serius karena ketiadaan validitasnya.


Nusron Wahid: Tidak Ada Perpecahan Internal, Tidak Ada Komunikasi dengan Istana

Senada dengan Ketua Umum, Nusron Wahid, yang juga menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), turut membantah keras adanya perpecahan internal di Partai Golkar.

Nusron secara tegas menampik keterlibatannya dalam isu Munaslub yang beredar, termasuk kabar mengenai adanya komunikasi dengan pihak Istana terkait pergantian ketua umum.

“Pertama saya tidak tahu menahu tentang isu tersebut. Yang kedua, sampai hari ini tidak pernah ada pembicaraan di lingkungan Istana kepada saya ataupun kepada pihak-pihak lain di lingkungan Partai Golkar yang membicarakan tentang Munaslub,” tegas Nusron.

Menurut Nusron, fokus utama pembicaraan dan kerja internal partai saat ini adalah pada isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan rakyat banyak, bukan perebutan kekuasaan internal.

“Topik kita hari ini adalah topik tentang pengentasan kemiskinan. Topik tentang bagaimana kita mewujudkan swasembada pangan, topik kita tentang swasembada energi, topik tentang hilirisasi, topik tentang bagaimana mensukseskan perumahan 3 juta untuk rakyat miskin. Tidak ada topik-topik seperti yang saudara sebutkan tadi. Jelas,” papar Nusron, memberikan penekanan pada prioritas program Partai Golkar.


Rumor Munaslub dan Pergantian Ketua Umum

Rumor Munaslub Partai Golkar ini mencuat setelah dalam sebuah pemberitaan disebutkan bahwa pihak Istana merestui agar posisi Bahlil Lahadalia diganti dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar. Namun, bantahan keras dari Bahlil dan Nusron seolah menepis spekulasi tersebut.

Sebagai informasi, Bahlil Lahadalia sendiri terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar melalui Munas XI yang diselenggarakan pada 20-21 Agustus 2024.

Ia terpilih secara aklamasi, menggantikan Airlangga Hartarto. Dengan demikian, kepengurusan Bahlil di partai berlambang beringin ini baru akan memasuki satu tahun masa kepemimpinan.

Bantahan serentak dari kedua tokoh ini diharapkan dapat meredam gelombang spekulasi mengenai dinamika internal Partai Golkar dan mengembalikan fokus publik pada kinerja partai dalam mendukung pembangunan nasional. (*/tur)

Related Articles

Back to top button