Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Capai 43 Kasus, DPRD Palangka Raya Dorong Penguatan Peran Keluarga dan Sekolah

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Palangka Raya masih menjadi perhatian serius. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 43 kasus kekerasan anak dan perempuan, sehingga di perlukan langkah konkret dan kolaboratif untuk menekan angka tersebut di tahun 2026.
Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menegaskan peran keluarga, khususnya orang tua, menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.
“Kalau terkait kekerasan anak, tentu yang paling dekat adalah keluarga. Ayah dan ibu harus benar-benar melakukan pengawasan terhadap anaknya, baik saat di rumah, di sekolah, maupun ketika bergaul di luar,” ujar Rana, Kamis(15/1/2026).
Menurutnya, selain pengawasan, edukasi bagi orang tua juga sangat penting agar mereka mampu memahami perubahan perilaku anak yang bisa menjadi tanda awal terjadinya kekerasan atau perundungan.
Kadang Masyarakat Memilih Diam Dengan Alasan ‘Bukan urusan Kita’
Tidak hanya keluarga, Rana juga menyoroti peran sekolah, khususnya penguatan fungsi guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta wali kelas. Ia menilai, guru memiliki waktu yang cukup lama bersama siswa di sekolah sehingga harus lebih peka terhadap kondisi psikologis anak.
“Anak-anak itu dari pagi sampai sore bersama guru. Kalau ada perubahan sikap, seperti menjadi pendiam, takut, atau murung, itu bisa jadi indikasi. Guru BK dan wali kelas harus lebih aware,” jelasnya.
Ia menambahkan, kekerasan seperti bullying maupun pelecehan seringkali terlihat dari perubahan sikap korban, sehingga kepekaan lingkungan sekolah menjadi sangat krusial dalam upaya pencegahan.
Selain keluarga dan sekolah, Rana juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap acuh tak acuh terhadap kasus kekerasan di sekitar mereka.
“Kadang masyarakat memilih diam dengan alasan ‘bukan urusan kita’. Padahal sikap itu justru berdampak buruk bagi korban. Kalau melihat hal-hal seperti itu, kita harus peka dan berani membantu,” tegasnya.
Rana berharap, dengan meningkatnya kepedulian orang tua, sekolah, dan masyarakat secara bersama-sama, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Palangka Raya dapat di tekan secara signifikan ke depannya.(bam)



