Kasus Ojol Tewas Terlindas Rantis, Ferry Irwandi: “Mulut Sampah” Wakil Ketua Komisi III DPR Bertanggung Jawab

KALTENG.CO-Aksi demonstrasi yang berujung ricuh di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) malam, berakhir dengan sebuah tragedi yang memicu kemarahan publik.
Seorang pengemudi ojek online (ojol) dilaporkan tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob.
Insiden memilukan ini tidak hanya menyulut kritik terhadap aparat keamanan, tetapi juga menyoroti peran para elit politik.
Salah satu kritik paling keras datang dari Ferry Irwandi, aktivis dan influencer ternama, yang secara blak-blakan menuding Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferry menilai politisi Partai NasDem tersebut memiliki andil besar dalam kekacauan yang berujung pada hilangnya nyawa warga sipil.
Tudingan Serius dari Ferry Irwandi
Dengan nada penuh amarah, Ferry Irwandi menulis, “@ahmadsahroni88, mulut sampah anda punya andil besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini. Nyawa yang melayang, korban yang terluka, dan keluarga yang ditinggalkan.”
Ferry menegaskan bahwa status sosial, kekayaan, maupun kekuasaan politik yang dimiliki Sahroni tidak akan bisa menghapus tanggung jawab moralnya. “Saya tidak peduli seberapa powerful anda, seberapa kaya anda, dan seberapa banyak orang yang sudah anda penjara. Anda adalah salah satu pihak yang harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini. Camkan itu baik-baik,” tegasnya.
Krisis Kepercayaan Publik yang Makin Dalam
Tragedi tewasnya driver ojol akibat terlindas mobil Brimob kini menjadi sorotan utama. Masyarakat tidak hanya menuntut pertanggungjawaban dari aparat keamanan, tetapi juga dari elit politik yang dianggap memperkeruh situasi. Kritik tajam dari publik, yang disuarakan melalui berbagai platform media sosial, menunjukkan betapa dalamnya krisis kepercayaan terhadap institusi negara.
Insiden ini sekali lagi membuktikan bahwa ketika nyawa rakyat menjadi korban, gelombang protes dan tuntutan keadilan akan terus bergema. Ungkapan kemarahan Ferry Irwandi mewakili suara publik yang merasa frustrasi dan menuntut pertanggungjawaban dari semua pihak yang terlibat dalam tragedi ini. (*/tur)



