Ucapan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalteng, Joni Harta, SE., S. Hut., MM.,FOTO: ISTPALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta, SE., S. Hut., MM., mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1947 kepada seluruh umat Hindu yang akan merayakannya pada 29 Maret 2025. Ia menyoroti bahwa perayaan Nyepi memiliki nilai-nilai penting dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kehidupan sosial.
“Hari Raya Nyepi bukan hanya momentum spiritual bagi umat Hindu, tetapi juga memberikan pesan mendalam bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan lingkungan. Saya mengucapkan selamat menjalani Catur Brata Penyepian kepada seluruh umat Hindu, semoga perayaan ini membawa ketenangan, kebijaksanaan, dan keharmonisan bagi kita semua,” ujar Joni Harta, Jumat (28/03/2025).
Menurutnya, dalam perayaan Nyepi, aktivitas manusia berkurang secara drastis, sehingga memberikan kesempatan bagi alam untuk ‘beristirahat’ sejenak. Ia menilai bahwa konsep ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan lingkungan hidup, di mana manusia harus mampu menyeimbangkan aktivitasnya dengan kelestarian alam.
“Kita dapat belajar dari filosofi Nyepi dalam mengelola lingkungan. Dengan mengurangi polusi, menjaga hutan, serta mengelola sumber daya alam dengan bijak, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Umat Hindu Menjalankan Catur Brata Penyepian
Joni Harta juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk terus menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa upaya menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan komunitas lokal.
Sebagai informasi, dalam perayaan Nyepi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian yang terdiri dari Amati Geni (tidak menyalakan api atau listrik), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan). Tradisi ini tidak hanya bertujuan untuk introspeksi diri, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan berkurangnya emisi karbon dan konsumsi energi.
“Semoga semangat Nyepi ini semakin menyadarkan kita semua akan pentingnya menjaga alam dan hidup selaras dengan lingkungan. Dengan kebersamaan dan kepedulian, kita dapat mewujudkan Kalimantan Tengah yang lebih hijau, lestari, dan nyaman untuk semua,” tutup Joni Harta. (pra)
EDITOR : TOPAN