Keren! Kuliner Nusantara Dinobatkan TasteAtlas di Daftar 100 Terbaik Global

KALTENG.CO-Indonesia kembali mengukir prestasi membanggakan di panggung kuliner internasional! Dua wilayah Nusantara, Jawa dan Sumatera, berhasil menembus daftar prestisius 100 Best Food Regions in the World versi TasteAtlas Awards 2024-2025. Pengakuan global ini menegaskan bahwa kekayaan cita rasa dan keragaman kuliner Indonesia semakin diakui dunia.
Jawa dan Sumatera Bersinar di Kancah Global
Dalam daftar yang dirilis oleh TasteAtlas, Jawa menempati posisi ke-13, sebuah pencapaian yang sangat tinggi dan menunjukkan kekuatan kuliner dari pulau ini. Sementara itu, Sumatera tak kalah memikat dengan berhasil menduduki urutan ke-79.
Capaian ini bukan hanya sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa kuliner tradisional Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang setara, bahkan melampaui, kawasan-kawasan kuliner dunia lain yang selama ini lebih dulu populer.
Kekuatan Cita Rasa dari Jawa
Jawa menduduki peringkat tinggi berkat keragaman hidangan dan kekuatan cita rasanya yang khas. Pulau ini menawarkan spektrum kuliner yang luas, mulai dari hidangan kaki lima yang menggugah selera hingga santapan mewah.
Beberapa hidangan ikonik yang turut mengangkat pamor Jawa di mata dunia antara lain:
- Soto Betawi: Kuah santan kaya rempah khas Jakarta.
- Rawon: Sup daging kuah hitam yang kaya rasa dari Jawa Timur.
- Batagor: Bakso tahu goreng yang populer dari Bandung.
- Sate Madura: Sate ayam atau kambing dengan bumbu kacang yang mendunia.
- Sambal Terasi: Pelengkap wajib dengan cita rasa pedas dan aroma terasi yang kuat.
Hidangan-hidangan ini adalah cerminan dari kreativitas para peracik rempah Nusantara yang diwariskan secara turun-temurun.
Keajaiban Rempah Khas Sumatera
Tak kalah memikat, Sumatera membuktikan diri sebagai salah satu wilayah kuliner terbaik dunia dengan reputasi hidangan bercita rasa kuat, sarat rempah, dan autentik.
Kuliner Sumatera diwakili oleh hidangan-hidangan yang tak hanya digemari di dalam negeri, tetapi juga sangat populer di mancanegara, seperti:
- Nasi Padang: Sajian nasi dengan aneka lauk yang kaya rasa khas Minangkabau.
- Rendang: Daging yang dimasak dengan santan dan bumbu dalam waktu lama hingga kering, diakui sebagai salah satu makanan terenak di dunia.
- Pempek: Olahan ikan dan sagu khas Palembang yang disajikan dengan kuah cuka pedas manis.
- Gulai: Aneka masakan berkuah kental santan dan bumbu kuning.
- Sate Padang: Sate daging dengan kuah kental kuning berempah.
Faktor Kunci di Balik Pengakuan Internasional
Prestasi gemilang ini didukung oleh beberapa faktor penting, yang menunjukkan betapa kayanya warisan kuliner Indonesia:
- Kekayaan Kuliner Tradisional: Resep-resep diturunkan secara turun-temurun, menjaga keaslian dan kekhasan cita rasa Nusantara.
- Variasi Hidangan yang Luas: Mulai dari makanan jalanan (street food) yang ramai hingga sajian resmi di restoran mewah, semua menunjukkan keragaman kuliner.
- Popularitas Global dan Ulasan Khalayak Luas: Ribuan penikmat kuliner memberikan ulasan mereka. Popularitas global rendang dan nasi Padang yang sudah mendunia, ditambah semakin dikenalnya hidangan seperti sate Madura atau rawon di kancah internasional, berperan besar.
TasteAtlas menjelaskan bahwa peringkat ini didasarkan pada penilaian terhadap 15.478 makanan dan minuman regional. “Total terdapat 477.287 ulasan sahih yang dicatat. Peringkat ini bukan berdasarkan opini segelintir kritikus kuliner, melainkan suara khalayak luas, sehingga lebih objektif dan kredibel,” tulis TasteAtlas pada laman resminya.
Memperkuat Identitas Budaya dan Peluang Pariwisata
Masuknya Jawa dan Sumatera ke dalam daftar bergengsi ini memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar penghargaan. Ini adalah:
- Pembuktian bahwa kuliner Indonesia mampu bersaing di pentas global.
- Peluang emas untuk mendorong pariwisata kuliner di kedua wilayah.
- Langkah untuk memperkuat identitas budaya Nusantara melalui hidangan.
Bagi para pelaku usaha lokal, pengakuan internasional ini menjadi validasi atas dedikasi mereka dalam menjaga cita rasa tradisional, memanfaatkan bahan lokal berkualitas, serta terus berinovasi.
Pada akhirnya, prestasi ini memperlihatkan bagaimana kekayaan kuliner Nusantara tidak hanya bertahan dari gerusan zaman, tetapi juga semakin diapresiasi oleh masyarakat dunia. Sebuah perayaan untuk cita rasa Indonesia! (*/tur)



