BeritaUtama

Ketika Sejarawan Berbicara soal Pemekaran Provinsi

Pada perjalanannya, Kerajaan Kotawaringin dari masa VOC terus berkembang. Pada tahun 1942, tentara Jepang mulai mengekspansi wilayah Borneo untuk menguasai Jawa, Sumatera, Sulawesi dan lainnya. Kemudian pada 1942 hingga 1945 terjadi tragedi pembantaian atau genosida Jepang yang melanda Pulau Borneo.

“Saat itu cukup menakutkan dan mencekam. Tidak sedikit para sultan, tokoh agama, tokoh masyarakat, cendekiawan, dan lainnya dibantai tentara Jepang,” tegasnya.

Sultan Kotawaringin IV melihat kondisi bahwa Jepang makin bertidak kejam dan mendapat informasi bahwa beberapa tokoh Borneo wilayah barat dan sebagian timur banyak yang menjadi korban. Karena itu Sultan Kotawaringin harus berpindah-pindah ke tempat yang aman untuk sementara waktu hingga akhirnya Kota Hirosima dan Nagasaki dibom oleh pihak sekutu dan membuat Jepang menyerah tanpa syarat pada 1945.

“Setelah 17 Agustus 1945, pemerintah pusat mengeluarkan UU Nomor 1 Tahun 1945 tentang Komite Nasional Indonesia Pusat dan Daerah yang merupakan cikal bakal parlemen darah atau DPRD hingga sekarang ini,” bebernyanya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button