BeritaEkonomi BisnisKAWAT DUNIANASIONAL

Indonesia dan Ancaman Tarif Trump terhadap Anggota BRICS: Apa Kata Sri Mulyani?

KALTENG.CO-Pernyataan kontroversial mantan Presiden AS, Donald Trump, yang akan mengenakan tarif tambahan 10% kepada negara-negara anggota BRICS, telah menjadi sorotan global.

Mengingat Indonesia resmi menjadi anggota BRICS sejak tahun 2024, bagaimana respons pemerintah Indonesia terkait ancaman tarif ini? Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati akhirnya buka suara.

Negosiasi Tarif AS-Indonesia Terus Berlanjut

Menanggapi pertanyaan awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Senin (7/7/2025), Menkeu Sri Mulyani menyatakan bahwa negosiasi tarif resiprokal antara Amerika Serikat dan Indonesia masih dalam proses pembicaraan. Ia memilih untuk tidak langsung merespons kemungkinan penambahan tarif tersebut secara spesifik.

“Ya, kita akan terus mengikuti saja karena Indonesia kan masih di dalam proses pembicaraan dengan pemerintah Amerika gitu ya,” ujar Sri Mulyani.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa fokus utama pemerintah Indonesia saat ini adalah menjaga kelangsungan dialog dengan AS terkait isu perdagangan. Menkeu juga menegaskan komitmen pemerintah untuk berupaya optimal dalam proses negosiasi tarif ini. “Kita upayakan untuk optimal,” pungkasnya.

Ancaman Tarif Trump dan KTT BRICS ke-17

Sebelumnya, Donald Trump mengumumkan rencananya untuk mengenakan tarif tambahan 10% ini melalui akun Truth Social miliknya pada Minggu (6/7). Pengumuman ini bertepatan dengan digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 di Museum Seni Modern Rio de Janeiro.

“Negara mana pun yang bersekutu dengan kebijakan anti-Amerika BRICS, akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10 persen. Tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini,” tulis Trump.

Meskipun Trump tidak merinci negara BRICS mana saja yang akan dikenai tarif tersebut, pernyataannya menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi negara-negara yang baru bergabung seperti Indonesia.

Indonesia di Kancah BRICS: Siapa Saja Anggotanya?

Keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS pada tahun 2024 menempatkan negara ini di antara kekuatan ekonomi baru dunia. BRICS sendiri merupakan akronim dari kelompok negara-negara berkembang utama yaitu:

  • Brasil
  • Rusia
  • India
  • China (Tiongkok)
  • South Africa (Afrika Selatan)

Selain itu, kelompok ini juga telah memperluas keanggotaannya dengan menambahkan Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab (UEA). Keterlibatan Indonesia dalam BRICS membuka peluang dan tantangan baru dalam dinamika perdagangan dan hubungan internasional.

Apa Implikasi Selanjutnya bagi Indonesia?

Pernyataan Donald Trump ini tentu akan menjadi faktor yang diperhitungkan dalam strategi perdagangan Indonesia ke depan. Meskipun Menkeu Sri Mulyani belum memberikan respons definitif terkait potensi dampak tarif, pemerintah terus memantau perkembangan dan melakukan upaya negosiasi terbaik. (*/tur)

Related Articles

Back to top button