BeritaKALTENGMETROPOLISPalangka RayaUtama

Khatib Idul Fitri 1445 H di Palangka Raya, Guru Besar UIN Malang Sampaikan Lima Pesan Ini

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Sejak fajar menyingising di tanggal 1 Syawal 1445 H,  ribuan jemaah berbondong-bondong mendatangi tempat pelaksanaan shalat Idul Fitri, baik di masjid-masjid maupun tanah lapang.

Shalat Idul Fitri berjamaah yang dilaksanakan PD Muhammadiyah Kota Palangka Raya dipusatkan di Lapangan Sanaman Mantikai, Rabu (10/4/2024).

Bertindak sebagai Imam dalam kesempatan ini adalah Dr Norcahyono, SPdi, MHi, sedangkan khatib Prof Dr Uril Bahruddin, MA yang juga Guru Besar Ilmu Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Hari Raya Idul Fitri mempunyai pesan dan kesan sangat mendalam bagi seluruh umat Islam, tidak terkecuali yang berada di Kota Cantik Palangka Raya. Banyak makna atau pelajaran yang seharusnya didapatkan oleh umat Islam, setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa.  

Dalam hal ini Prof Dr Uril Bahruddin, MA yang menjadi khatib Idul Fitri 1445 H di Lapangan Sanaman Mantike Palangka Raya menjabarkan adanya 5 kesadaran yang bisa diambil, yakni:

1.Kesadaran bahwa Allah selalu bersama kita.

Ramadhan telah melatih kaum muslimin untuk merasa selalu diawasi oleh Allah. Di siang bulan Ramadhan, meskipun sendirian, ternyata orang yang beriman tidak mau memanfaatkan situasi itu untuk makan atau minum, karena dia sadar sedang dipantau oleh Allah.

Menjelang magrib, meskipun kurang satu menit sekalipun, dia tidak mungkin mendahului berbuka sebelum waktu magrib benar-benar tiba, karena dia sadar bahwa Allah selalu mengawasinya.

“Yang demikian itu adalah merupakan bukti keimanan seorang muslim yang telah sampai pada hakekatnya yang paling tinggi, yaitu sampai pada derajat Ihsan,”kata Guru Besar Ilmu Bahasa Arab di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini.

2. Kesadaran bahwa kesulitan itu akan mengantarkan kepada kemudahan.

Fenomena kebanyakan manusia biasanya hanya mau menuntut haknya, dan tidak pandai menunaikan kewajiban. Ternyata puasa mengajarkan kepada kita untuk melakukan kewajiban terlebih dahulu, baru menerima hak, puasa dahulu baru berbuka.

Begitu manusia mau menunaikan kewajiban, dengan menjalankanb ibadah puasa beserta segala syarat dan ketentuannya, maka Allah bukakan kesempatan kepada manusia untuk berdoa dan meminta apa saja kepada Allah, dan Allah berjanji akan memenuhi permintaannya tersebut.

Prof Dr Uril Bahruddin, MA menekanan, kaidah penting yang harus dicamkan dalam kehidupan bahwa siapa saja yang ingin sukses harus berjuang terlebih dahulu.

Dalam berjuang dan berusaha, bisa jadi manusia akan menemui berbagai kesulitan. Orang mukmin tidak boleh hanya berpangku tangan. Setiap kesulitan dengan izin Allah, akan mengantarkan seseorang kepada kesuksesan.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button