Reka Ulang Kasus Pembunuhan Nurmaliza Tidak Boleh Dihadiri Keluarga Korban dan Awak Media, Ini Alasan Kasatreskrim Polres Pulpis
PALANGKA RAYA, Kalteng.co — Kasus tragis yang menewaskan Nurmaliza (29), seorang perempuan muda yang tengah mengandung empat bulan, kembali menjadi sorotan publik.
Rekonstruksi perkara pembunuhan yang menyeret kekasihnya sendiri, Alvaro Jordan (23), digelar tertutup di Mapolres Pulang Pisau dan menimbulkan polemik baru.
Rekonstruksi berlangsung pada Kamis (26/6/2025) kemarin itu menghadirkan tim penyidik Polres Pulang Pisau, penasihat hukum tersangka, serta perwakilan dari keluarga korban.
Namun, akses terbatas yang diberlakukan oleh pihak kepolisian setempat sempat membuat suasana di lokasi rekontruksi menjadi sedikit memanas.
Wartawan yang telah hadir sejak pagi hari tidak diizinkan meliput proses rekonstruksi dengan alasan ruang sempit dan status kasus yang masih dalam penyidikan.
Padahal, berdasarkan informasi dari keluarga korban, berkas perkara telah dilimpahkan ke kejaksaan.
Sebagai latar belakang, jasad Nurmaliza ditemukan pada 13 Mei 2025 lalu di pinggir Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di wilayah Desa Garung, Kabupaten Pulang Pisau.
Hasil autopsi menunjukkan korban sedang mengandung janin berusia empat bulan saat dibunuh. Pelaku disebut sempat menyekap, menganiaya, dan mencekik korban sebelum membuang jasadnya.
Usai kejadian, tersangka sempat melarikan diri ke Yogyakarta sebelum akhirnya ditangkap di wilayah DIY Yogyakarta.
Kasatreskrim Polres Pulpis AKP Sugiharso mengatakan, bahwa alasan dilarangnya anggota keluarga dan awak media menghadiri kegiatan rekontruksi ini disebabkan beberapa faktor.
“Alasanya adalah tempatnya sempit mas, sesuai TKP di Palangka Raya kejadiannya di dalam kamar ukuran 3×3,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (27/6/2025).
Lanjutnya, kemudian alasan situasional keamanan karena keluarganya tujuh orang termasuk bapak ibunya yang datang bersama wartawan.
“Nanti kami kawatirkan emosi pada saat melihat adegan anaknya / keluarga di bunuh dan pelakunya saat rekontruksi ada di depan mereka,” pungkasnya. (oiq)
EDITOR: TOPAN




