BeritaHukum Dan KriminalNASIONAL

Komnas HAM Panggil Polda Metro Jaya, Selidiki Dalang di Balik Penyerangan Andrie Yunus: Dugaan Ada Keterlibatan Non-TNI

KALTENG.CO-Penyelidikan kasus penyerangan air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, memasuki babak baru. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) secara resmi memanggil jajaran Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi mendalam terkait proses hukum yang sedang berjalan.

Langkah ini diambil guna memastikan transparansi dan akuntabilitas, mengingat adanya keterlibatan oknum militer dalam insiden yang terjadi di kawasan Salemba tersebut.

Transparansi Penyelidikan: Polda Metro Jaya Beri Keterangan 3 Jam

Pada Senin (30/3/2026), Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, memenuhi panggilan Komnas HAM di Jakarta. Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut, pihak kepolisian memaparkan langkah-langkah teknis yang telah diambil serta rencana penyidikan ke depan.

Komisioner Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, menegaskan bahwa koordinasi ini sangat krusial untuk menyinkronkan data lapangan.

“Kami mendapatkan keterangan komprehensif mengenai langkah yang telah dan akan dilakukan Polda Metro Jaya dalam penyelidikan ini,” ujar Saurlin.

Meluruskan Simpang Siur Identitas Pelaku

Salah satu poin krusial dalam pemeriksaan ini adalah klarifikasi mengenai identitas pelaku. Sebelumnya, sempat beredar kabar adanya perbedaan data antara kepolisian dan TNI. Namun, Komnas HAM memastikan bahwa kendala administratif tersebut telah teratasi.

  • Jumlah Pelaku: Teridentifikasi sebanyak 4 orang.

  • Status Identitas: Perbedaan inisial yang sempat muncul dipastikan merujuk pada subjek yang sama.

  • Asal Satuan: Para pelaku berasal dari unsur militer, tepatnya Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Saat ini, keempat oknum tersebut telah diamankan oleh pihak TNI untuk menjalani proses hukum militer, sementara Polda Metro Jaya tetap memegang kendali pada sisi penyelidikan umum dan koordinasi dokumen.

Daftar Terduga Pelaku dari Unsur Militer

Berdasarkan data yang dihimpun, keempat prajurit yang diduga terlibat berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Saat ini, mereka mendekam di tahanan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI:

  1. Kapten NDP

  2. Lettu SL

  3. Lettu BHW

  4. Serda ES

Dugaan Keterlibatan Pihak Sipil (Non-TNI)

Komnas HAM tidak berhenti pada pelaku lapangan. Muncul dugaan kuat bahwa ada keterlibatan pihak luar atau aktor intelektual dari kalangan sipil dalam skenario penyiraman air keras ini.

Saurlin mengungkapkan bahwa kemungkinan adanya keterlibatan pihak non-TNI masih terus didalami berdasarkan keterangan saksi-saksi kunci dan bukti digital yang ada. Komnas HAM menunggu hasil investigasi lanjutan dari Polda Metro Jaya untuk mengungkap motif dan dalang di balik serangan terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut.

Kronologi Singkat Kejadian

Penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Serangan ini memicu gelombang kecaman dari berbagai organisasi HAM internasional karena dianggap sebagai ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia.

Kondisi Korban dan Pemulihan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan Andrie Yunus. Mengingat luka bakar kimia yang cukup parah, proses pemulihan medis diprediksi akan memakan waktu hingga dua tahun. (*/tur)

Related Articles

Back to top button