KALTENG.CO-Rencana digelarnya laga persahabatan bergengsi antara ASEAN All Star melawan raksasa Liga Inggris, Manchester United, pada 28 Mei mendatang, sontak membangkitkan antusiasme tinggi di kalangan pecinta sepak bola Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Namun, euforia tersebut diiringi dengan perdebatan sengit, terutama terkait potensi keterlibatan bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, dalam skuad bintang ASEAN.
Kabar mengenai kemungkinan Jay Idzes memperkuat ASEAN All Star justru menuai gelombang penolakan dari sebagian besar netizen Indonesia, khususnya di platform media sosial X (dulu Twitter). Alih-alih dukungan, kekhawatiran mendalam akan agenda yang jauh lebih krusial, yaitu ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, menjadi alasan utama penolakan tersebut.
Sebelumnya, pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang Sik, yang dipercaya AFF untuk menukangi ASEAN All Star, telah mengumumkan tiga nama pemain Vietnam yang akan bergabung: Nguyen Quang Hai, Nguyen Hoang Duc, dan Do Duy Manh. Ketiganya merupakan pemain kunci yang membawa Vietnam merengkuh gelar juara Piala AFF 2024.
“Informasi resmi dari Federasi Sepak Bola Vietnam, pelatih Kim Sang Sik memilih tiga pemain yaitu Quang Hai, Hoang Duc, dan Duy Manh untuk bergabung dengan skuad ASEAN All Star dalam laga persahabatan lawan Manchester United pada 28 Mei mendatang,” tulis media Vietnam, Soha.
Diperkirakan, Kim Sang Sik akan menambah beberapa pemain Vietnam lainnya seperti Nguyen Tien Linh dan Nguyen Dinh Trieu. Sementara itu, AFF memberikan kesempatan bagi 12 negara anggotanya, termasuk Indonesia dan Australia, untuk mengirimkan perwakilan pemain ke dalam skuad ASEAN All Star.
Nama Jay Idzes pun mencuat sebagai salah satu kandidat terkuat perwakilan dari Indonesia. Bahkan, analis sepak bola Malaysia, Keesh Sundaresan, sempat melontarkan pujian dan menyebut Jay sebagai sosok ideal untuk mengemban ban kapten ASEAN All Star.
“Untuk menghadapi pemain seperti Rasmus Højlund dan Joshua Zirkzee, kita butuh bek kelas dunia. Jay dari Timnas Indonesia adalah pilihan tepat untuk menjadi kapten ASEAN All Star,” ujar Keesh Sundaresan.
Gelombang Penolakan Netizen Indonesia
Pernyataan Keesh Sundaresan tersebut langsung memicu respons negatif dari warganet Indonesia. Mereka khawatir partisipasi Jay dalam laga persahabatan yang dianggap non-kompetitif itu justru akan membahayakan kondisi fisik dan performanya menjelang ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada awal Juni. Desakan agar PSSI tidak mengizinkan Jay tampil pun ramai disuarakan.
“Gak boleh ya gak boleh, pokoknya yang main buat WCQ R3 bulan Juni gak boleh ikut Aseal All Star, mana itu mepet deket2 WCQ. Tolong kita fokus berjuang untuk lolos R3 dan para pemain kita dijauhkan dari cedera,” tulis akun X @noevascotia dengan nada tegas.
Senada dengan itu, akun @entitasfana menyarankan agar perwakilan Indonesia diisi oleh pemain lain dari Liga 1 yang dinilai sudah tampil gacor. “Cukup Yance sama Yakob Sayuri perwakilan Indonesia, uda gacor,” komentarnya. Bahkan, akun @nrfz___ berkelakar, “Yaelah lawan emyu doang, kasih pemain PSS Sleman aja gak bakal bisa menang.”
Komentar-komentar tersebut mencerminkan kekhawatiran mendalam publik Indonesia terhadap kondisi fisik para pemain kunci Timnas Garuda. Terlebih lagi, Jay Idzes kini menjadi pilar penting di lini belakang dan menunjukkan performa yang solid bersama Venezia di Serie A Italia.
Pertimbangan Teknis dan Prioritas Timnas
Secara teknis, Jay Idzes sebenarnya memiliki potensi untuk tampil karena kompetisi Serie B Italia dijadwalkan berakhir pada 25 Mei 2025, hanya tiga hari sebelum laga melawan Manchester United. Namun, banyak pihak berpendapat bahwa akan lebih baik bagi Jay untuk beristirahat atau langsung bergabung dengan pemusatan latihan Timnas Indonesia menjelang laga krusial melawan Tiongkok pada 6 Juni 2025.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari AFF maupun PSSI mengenai daftar pemain yang akan mewakili Indonesia di skuad ASEAN All Star. Desakan agar wakil Indonesia diambil dari pemain Liga 1 yang tidak termasuk dalam skuad utama timnas untuk Kualifikasi Piala Dunia semakin menguat.
Prestisius Namun Prioritas Tetap Kualifikasi Piala Dunia
Pertandingan melawan Manchester United memang memiliki nilai prestisius tersendiri. Terakhir kali Setan Merah menyambangi Malaysia adalah pada tahun 2009, dan kedatangan mereka kali ini telah menarik perhatian jutaan penggemar sepak bola di seluruh Asia, termasuk Jepang, Korea Selatan, India, dan Tiongkok.
Namun, bagi publik sepak bola Indonesia, lolos ke Piala Dunia 2026 dianggap sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, wajar jika muncul kekhawatiran dan desakan agar pemain-pemain kunci seperti Jay Idzes, Marselino Ferdinan, atau Rafael Struick tidak diikutsertakan dalam laga persahabatan ini demi menjaga kondisi fisik dan menghindari risiko cedera yang tidak diinginkan.
Kini, keputusan akhir berada di tangan PSSI dan pelatih ASEAN All Star. Akankah suara dan kekhawatiran netizen Indonesia menjadi pertimbangan penting? Atau justru ASEAN All Star akan tetap tampil dengan kekuatan terbaiknya, termasuk kehadiran Jay Idzes sebagai potensi kapten tim? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. (*/tur)




