BeritaFAMILYKESEHATAN

Kulit Gatal dan Kering pada Lansia, Jangan Digaruk! Ini Cara Mengatasinya

Selain karena usia, seseorang bisa tambah berisiko mengalami pruritus jika memiliki alergi memiliki kondisi penyakit lain seperti eksim, psoriasis, dan diabetes, sedang hamil, ataupun mereka yang sedang menjalani dialisis. Lansia harus memahami proses terjadinya pruritus dengan melalui 3 tahap.

Tahap 1

Pertama, hilangnya fungsi barrier (pelindung atau pembatas) kulit yang menyebabkan turunnya fungsi repair pada kulit

Tahap 2

Kedua, immunosenescence atau penurunan kerja sistem imun atau sistem perlindungan tubuh

Tahap 3

Ketiga, neuropati atau abnormalitas sistem saraf, dimana pruritus cenderung lebih sering mengalami kekambuhan.

Pentingnya Deteksi Dini

Oleh sebab itu, diagnosis dan tatalaksana yang tepat sangat dibutuhkan untuk lansia yang mengalami pruritus. Deteksi dini pruritus dilakukan melalui anamnesis (menanyakan riwayat pasien), pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang secara menyeluruh.

Derajat keparahan gatal ada pada skala 1-10. Bila derajat keparahan di atas 6, gatal dirasakan hingga pasien terbangun dari tidur, maka sudah terjadi gangguan kualitas hidup secara bermakna, sehingga tatalaksana agresif dibutuhkan.

Tatalaksana pertama yang dilakukan tentu dengan menjaga kelembaban kulit. Misalnya dengan metode soak-and-smear (rendam kulit selama 10-20 menit di dalam air) dan metode wet wraps (perban atau kain basah yang dibalut dengan krim tertentu).

Namun perlu diingat bahwa pengobatan pruritus dan xerosis yang benar dan tuntas tidak sesederhana memakai krim pelembab.

“Oleh sebab itu jika masih belum sembuh dan berlanjut dalam waktu yang terlalu lama, maka pengobatan dari dokter SpKK tentu diperlukan,” kata dr. Yustin. (*/tur)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button