Laporan Palsu Marak, Disdamkarmat Palangka Raya Perketat Verifikasi dan Edukasi Warga

PALANGKA RAYA, kalteng.co – Maraknya laporan palsu terkait kebakaran dan kondisi darurat lainnya menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya. Praktik tersebut tidak hanya mengganggu efektivitas pelayanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan petugas di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit, menegaskan pihaknya terus mengimbau masyarakat agar tidak menyampaikan laporan palsu atau hoaks.
Ia menekankan, setiap laporan darurat harus disampaikan secara jujur dan bertanggung jawab karena sangat menentukan kecepatan serta ketepatan penanganan.
“Kami mengingatkan masyarakat, jangan sekali-kali membuat laporan palsu. Dampaknya sangat besar, bisa menghambat penanganan kejadian yang sebenarnya dan membahayakan petugas,” tegasnya (Jumat 1/5/2026).
Menurutnya, Disdamkarmat terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran, mulai dari media massa, platform digital, hingga komunikasi langsung. Upaya ini dilakukan agar pemahaman masyarakat semakin meningkat terhadap pentingnya penggunaan layanan darurat secara bijak.
Dalam meningkatkan kualitas layanan, Disdamkarmat juga mengoptimalkan call center darurat 112 sebagai pintu utama penerimaan laporan. Sistem ini dilengkapi teknologi penyaringan informasi yang memungkinkan operator melakukan verifikasi awal sebelum laporan diteruskan ke lapangan.
“Operator kami sudah dibekali pelatihan khusus untuk memilah laporan yang benar dan tidak. Jadi setiap informasi yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu,” jelasnya.
Meski demikian, laporan tidak valid masih kerap ditemukan, terutama yang beredar di kalangan relawan pemadam kebakaran swakarsa. Untuk itu, pihaknya juga mengingatkan relawan agar tidak terburu-buru merespons informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami sangat menghargai semangat relawan, tetapi jangan sampai langsung bergerak tanpa verifikasi. Selain membuang waktu dan tenaga, hal itu juga berisiko terhadap keselamatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Disdamkarmat turut memanfaatkan teknologi pelacakan digital untuk mendeteksi asal laporan. Sistem tersebut mampu mengetahui lokasi penelepon dan mencocokkannya dengan informasi kejadian, sehingga potensi laporan palsu bisa segera diidentifikasi.
Melalui berbagai langkah tersebut, masyarakat kembali diingatkan untuk tidak bermain-main dengan layanan darurat. Partisipasi aktif dan kejujuran masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mendukung respons cepat dan tepat penanganan kebakaran di Kota Palangka Raya. (bam)



