BeritaDPRD KOTA PALANGKA RAYALEGISLATIF

Legislator Golkar Ingatkan Pengelola MBG untuk Prioritaskan Kesehatan Anak

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menekankan pentingnya pengawasan publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah agar kualitas makanan yang di terima peserta didik benar-benar sesuai standar gizi yang telah ditetapkan.

Menurut Khemal, transparansi menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program yang menggunakan anggaran negara tersebut. Ia menegaskan masyarakat memiliki hak untuk ikut memantau, bahkan mendokumentasikan apabila menemukan menu MBG yang tidak layak konsumsi maupun tidak sesuai ketentuan.

“Dalam hal ini sangat penting adanya keterbukaan mengenai nilai per paket menu MBG, karena program ini di biayai dari uang rakyat,” ujarnya, Minggu (1/3/2026). Ia menambahkan, sekolah juga memiliki kewenangan untuk menolak menu MBG apabila kualitas makanan yang di sajikan tidak memenuhi standar gizi atau di nilai tidak layak di konsumsi oleh peserta didik.

Khemal mengingatkan agar pengelola program tidak menjadikan keuntungan sebagai orientasi utama. Menurutnya, kesehatan dan kebutuhan gizi anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG. “Pihak pengelola harus memprioritaskan kesehatan anak-anak, bukan hanya memikirkan keuntungan pribadi,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang di terimanya, lanjut Khemal, anggaran menu MBG yang di terima setiap anak sebesar Rp10 ribu per paket, sementara pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperoleh alokasi Rp2 ribu untuk biaya operasional. Karena itu, ia menilai transparansi anggaran perlu di lakukan guna mencegah kesalahpahaman maupun potensi penyimpangan.

Perbaikan Kualitas Jangan Hanya Dilakukan Saat Ramadan Saja

Selain itu, Khemal juga mendorong agar pengelola melibatkan tenaga profesional dalam penyusunan menu serta proses pengolahan makanan di dapur SPPG. Menurutnya, penyediaan makanan bergizi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan memasak biasa.

“Di perlukan ahli atau koki yang mampu menyusun menu seimbang agar kebutuhan gizi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan benar-benar terpenuhi,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menekankan peningkatan kualitas MBG harus di lakukan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya pada momentum tertentu seperti bulan Ramadan. “Perbaikan kualitas jangan hanya di lakukan saat Ramadan saja, tetapi harus konsisten sepanjang waktu,” tuturnya.

Khemal pun mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam mengawasi jalannya program tersebut. Ia berharap keterlibatan publik dapat memastikan tujuan peningkatan gizi anak benar-benar tercapai sekaligus mencegah potensi penyelewengan anggaran.

“Jika masyarakat menemukan menu MBG yang tidak layak, jangan ragu untuk di dokumentasikan dan di laporkan. Bukan untuk menyudutkan, tetapi demi perbaikan bersama agar tidak terjadi penyelewengan anggaran MBG,” pungkasnya. (bam)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button