
KALTENG.CO-Gelombang reaksi keras muncul dari para purnawirawan TNI di Sumatera Utara. Mereka secara lantang mengecam sikap Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshal alias Hercules, yang dinilai telah melecehkan kehormatan dan perjuangan para senior militer.
Kemarahan ini dipicu oleh pernyataan Hercules yang menyebut mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso, dengan kalimat “mulut bau tanah”.
Meskipun Hercules telah menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya tersebut, tindakan itu rupanya tak mampu meredam amarah para purnawirawan TNI. Mereka merasa harkat dan martabat institusi yang telah mereka abdikan tercoreng oleh perkataan Hercules.
Pernyataan Menohok Purnawirawan: “Jangan Kau Hina Jenderal Kami!”
Sebuah pernyataan keras dari seorang purnawirawan TNI di Sumatera Utara tersebar luas di media sosial, Minggu (11/5/2025).
Dalam nada penuh emosi, purnawirawan tersebut menyampaikan pesan menohok kepada Hercules.
“Hei Hercules dengarkan, ini adalah purnawirawan yang bicara. Ya, boleh kau menghina sepuh-sesepuh kami, tapi langkahi dulu mayat kami!” tegas sang purnawirawan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan Hercules untuk tidak merendahkan para pemimpin TNI. “Jangan kau hina-hina jenderal-jenderal kami, pemimpin-pemimpin kami, itu junjungan kami. Kau seharusnya bersyukur, kau matamu tinggal satu, tanganmu tinggal satu. Apa perlu tanganmu habis, matamu habis?” sambungnya dengan nada geram.
Loyalitas dan Solidaritas Purnawirawan Terhadap Institusi
Pernyataan keras para purnawirawan ini menuai beragam reaksi dari masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa kemarahan tersebut merupakan wujud loyalitas yang mendalam terhadap institusi TNI dan solidaritas yang kuat antar sesama prajurit, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas.
Sang purnawirawan dengan nada emosional menyayangkan sikap arogan Hercules yang dinilai melupakan jasa-jasa TNI dalam kehidupannya. “Kau seenaknya, moncongmu kau jaga! Apa jasamu? Hanya seorang TBO saja, itu pun karena apa? Karena jasa para TNI! Sekarang kau merasa besar? Itu semua karena TNI! Sadar diri kamu sebelum kamu menyesal,” tegasnya lagi.
Semangat Juang Purnawirawan Tak Pernah Padam
Menurutnya, status sebagai purnawirawan tidak berarti semangat juang telah pudar. Ia menegaskan bahwa para purnawirawan tetap siap untuk berdiri dan bertindak apabila kehormatan institusi mereka diinjak-injak oleh pihak manapun, termasuk oleh Hercules yang dianggap tidak tahu diri dan tidak menghargai senior.
“Kami bukan ayam sayur, kami adalah ayam petarung! Sekarang kami memang purnawirawan, tapi hati kami adalah pejuang. Siap mati sampai darah penghabisan,” pungkasnya dengan penuh semangat.
Reaksi keras dari para purnawirawan di Sumatera Utara ini menjadi sinyal kuat bahwa kehormatan dan perjuangan TNI adalah hal yang sangat dijunjung tinggi.
Pernyataan Hercules, meskipun telah diikuti permintaan maaf, tampaknya telah menyentuh harga diri para penjaga kedaulatan negara, baik yang masih aktif maupun yang telah memasuki masa purna bakti. (*/tur)



