Penumpang Kapal Laut di Kalteng Menurun 31,19 Persen

PALANGKA RAYA – Selama Januari 2021, frekuensi kunjungan kapal laut di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) menurun 7,46 persen dari 684 kunjungan pada Desember 2020 menjadi 633 pada Januari 2021. Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang 4,54 persen, dari 18.750 orang pada Desember 2020 menjadi 17.899 orang pada Januari 2021.
“Jumlah penumpang berangkat turun 31,19 persen, tetapi jumlah penumpang datang naik sebesar 24,39 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Eko Marsoro, baru-baru ini.
Menurut dia, jumlah volume arus barang mengalami penurunan 10,27 persen, dari 1,42 juta ton Desember 2020 menjadi 1,28 juta ton Januari 2021. Penurunan ini berasal dari penurunan volume muat barang 15,22 persen.
Dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, frekuensi kunjungan kapal di Kalteng pada Januari 2021 mengalami penurunan sebesar 0,94 persen, dari 639 kunjungan menjadi 633 kunjungan. Penurunan frekuensi kunjungan kapal berdampak pada penurunan jumlah penumpang 49,37 persen.
“Jumlah penumpang yang datang mengalami penurunan 47,97 persen, sementara penumpang berangkat turun 51,55 persen. Volume arus barang juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 16,69 persen. Volume bongkar barang turun 37,98 persen, sedangkan volume muat barang turun 5,71 persen,” terangnya.
Dia menjelaskan, jumlah penumpang selama Januari 2021 lebih rendah dibandingkan jumlah penumpang pada bulan yang sama tahun sebelumnya, baik Tahun 2019 maupun 2020.
Dibanding tahun 2019, jumlah aktivitas penumpang dari 2020 hingga awal 2021 masih jauh lebih rendah dikarenakan masih terjadi pandemi Covid-19.
Pelabuhan Kumai dan Sampit masih mendominasi layanan penumpang dan barang di Kalteng. Selama Januari 2021, dari 17.899 penumpang yang datang dan berangkat, 73,98 persen melalui Pelabuhan Kumai dan 24,68 persen melalui Pelabuhan Sampit.
“Begitu juga volume arus barang yang mencapai 1,28 juta ton, terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit 49,16 persen dan Kumai 40,32 persen,” tandasnya. (aza)




