
Srikandi Golkar ini menyebut, bukan tidak mungkin jika untuk mempercepat pembangunan Masjid Kubah Hijau ini, Pemko Palangka Raya mengalokasikan dana stimulus percepatan pembangunan, karena keberadaan masjid ini sudah sangat dinanti-nantikan masyarakat.
Ia juga menyarankan agar pemerintah bisa memperhatikan bangunannya secara mendetail, termasuk fasilitas serta sarana prasarana penunjangnya.
Ia mengakui bahwa cukup berat bagi pemerintah menjalankan program pembangunan di tengah pandemi Covid-19, tapi bukan berarti kegiatan pembangunan ditinggalkan begitu saja.
“Kalau ditanya faktor utama lambatnya pembangunan rumah ibadah tersebut karena dana, saya tidak bisa menjawab, tapi apabila kami diminta tolong membahas anggarannya, maka kami siap membantu Pemko Palangka Raya,” bebernya.
Dikatakannya, saat ini Pemko Palangka Raya tentu lebih fokus pada upaya menekan, mencegah, dan menangani persebaran Covid-19 serta fokus pada program ekonomi cerdas. Pembangunan mungkin saja tetap berjalan, tapi tidak sekencang tahun kemarin.




