
Pengentasan Ini Juga Terkait Dengan Ketersediaan Lapangan Pekerjaan
Kelompok program kedua adalah peningkatan produktivitas masyarakat miskin dengan anggaran mencapai Rp 168,57 triliun. ’’Tantangan terbesar adalah bagaimana membuat program-program tersebut konvergen dan terintegrasi dalam menyasar sasaran yang sama,’’ jelasnya.
Seluruh kementerian, lembaga, dan pemda di minta identifikasi program pengentasan rumah tangga miskin ekstrem menerima manfaat seluruh program itu.
Pengentasan ini juga terkait dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam mengatakan revolusi industri 4.0 berpengaruh pada lapangan pekerjaan di Indonesia.
’’Di Indonesia ada 23 juta pekerjaan akan di gantikan oleh automation hingga 2030,’’ katanya di talkshow SDM Iptek Indonesia Ber kelas Dunia yang di gelar BPPT.
Tetapi Nizam mengatakan revolusi indonesia 4.0 juga menghadirkan peluang terbukanya lapangan kerja baru. Dia mengatakan bakal ada peluang 27 juta sampai 46 juta pekerjaan baru.
Termasuk 10 juta peluang kerja di antaranya adalah pekerjaan yang benar-benar baru atau belum pernah ada selama ini. Peluang pekerjaan ini tersebar di bidang konstruksi, manufaktur, kesehatan, retail, transportasi, dan logistik.
Nizam mengatakan untuk bisa memanfaatkan peluang kerja tersebut, perguruan tinggi memegang peranan kunci. Kampus harus bisa mencetak lulusan yang adaptif, melek literasi digital, memiliki relasi global, kemampuan memecahkan persoalan, dan lainnya. ’’Kampus memiliki tantangan untuk menyiapkan skil dan kompetensi baru,’’ pungkasnya.(tur)



