Mencengangkan! Olah TKP Ledakan di Masjid SMAN 72 Jakarta Temukan Senapan SS2-V4 Berlabel Nama Teroris Global
KALTENG.CO-Peristiwa ledakan tragis di Masjid SMAN Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading, pada Jumat (7/11/2025), yang melukai 54 orang, kini memasuki babak baru yang sangat mengkhawatirkan. Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan fakta mencengangkan yang mengarahkan penyelidikan pada motif yang jauh lebih gelap: keterkaitan dengan ideologi ekstremisme global.
Di antara barang bukti yang diamankan, ditemukan sebuah senapan serbu SS2-V4 buatan PT Pindad. Senjata militer ini tidak hanya langka di kalangan sipil, tetapi juga dihiasi dengan tulisan yang mengerikan: ‘Welcome To Hell’ serta dua nama yang mengingatkan dunia pada tragedi berdarah: Alexandre Bissonnette dan Brenton Tarrant.
Temuan ini sontak membuat penyidik dari Detasemen Khusus 88 (Densus 88) dan Laboratorium Forensik Polri menelusuri dugaan apakah pelaku terpapar ideologi kebencian serupa atau sekadar meniru simbol-simbol terorisme.
Dua Nama di Senapan SS2-V4: Simbol Teror Kebencian Global
Penyertaan nama Alexandre Bissonnette dan Brenton Tarrant pada senapan SS2-V4 ini bukanlah kebetulan. Keduanya adalah pelaku serangan teroris berbasis kebencian ras dan agama yang mengguncang dunia dalam satu dekade terakhir.
Alexandre Bissonnette: Penyerang Masjid di Kanada (2017)
Alexandre Bissonnette adalah pelaku di balik serangan brutal terhadap Pusat Kebudayaan Islam Kota Quebec, Kanada, pada 29 Januari 2017. Ia menembaki jemaah yang sedang salat Isya, menewaskan enam orang dan melukai belasan lainnya. Motifnya jelas: pandangan sayap kanan, anti-imigran, dan anti-Muslim. Kasus ini menjadi titik balik bagi Kanada dalam memperketat regulasi ujaran kebencian.
Brenton Tarrant: Pembantaian di Christchurch, Selandia Baru (2019)
Brenton Tarrant merupakan simbol horor terorisme supremasi kulit putih. Pada 15 Maret 2019, ia menyerang dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, menewaskan 51 jemaah. Tarrant menyiarkan aksinya secara langsung dan mengaku terinspirasi oleh teori konspirasi “The Great Replacement” yang memuja kekerasan ekstrem.
Tulisan kedua nama teroris ini pada barang bukti di Ledakan SMA 72 Jakarta Senapan SS2-V4 menimbulkan kekhawatiran serius di Indonesia, memicu perbincangan panas di media sosial, di mana topik terkait SMA 72 bahkan menjadi trending topic di platform X.
Frasa Ekstremis Lain: ‘Agartha’ dan ‘Natural Selection’
Selain nama teroris, barang bukti itu juga memuat tulisan ‘Agartha’ dan frasa ‘natural selection’.
Frasa ‘natural selection’ (seleksi alam) kerap muncul dalam lingkaran subkultur daring ekstrem yang memuja kekerasan sebagai bentuk seleksi atau pemurnian, mengadopsi konsep Darwinisme yang disalahgunakan. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa pelaku, yang diduga siswa berinisial FN, telah terpapar materi kebencian melalui forum-forum daring.
SS2-V4: Senjata Militer yang Tak Beredar Bebas
Senjata yang ditemukan, SS2-V4, adalah senapan serbu standar militer buatan PT Pindad untuk TNI dan Polri. Penggunaannya yang memerlukan amunisi 5,56×45 mm NATO menjadikannya senjata dengan akurasi tinggi.
Temuan SS2-V4 di lokasi sipil seperti sekolah menjadi indikasi kuat adanya jalur perolehan ilegal atau penyalahgunaan senjata dinas. Hal ini kini menjadi fokus utama Densus 88 dan Laboratorium Forensik Polri dalam melacak asal-usul senjata tersebut.
Saat ini, pelaku ledakan, siswa berinisial FN, masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi tidak hanya menelusuri riwayat perundungan yang dialami pelaku, tetapi kini berfokus pada riwayat digital, aktivitas media sosial, dan forum daring yang diakses pelaku, untuk mencari potensi keterkaitan Terorisme Global SMA 72 atau gerakan ekstrem kanan yang beroperasi secara online. (*/tur)




