Mudik Gratis Nataru 2026, Polda dan Pemprov Kalteng Berangkatkan Ratusan Warga ke Tiga Daerah
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Polda Kalteng bersama Pemerintah Provinsi Kalteng memfasilitasi program mudik gratis Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Program itu sedikitnya akan memberangkatkan 323 warga ke sejumlah daerah tujuan.
Program itu dilakukan secara langsung di depan Pos Bundaran Besar di Jalan Yos Sudarso, Senin (22/12/2025). Ratusan warga yang mengikuti itu nampak antusias mengikuti mudik gratis tersebut.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, program mudik gratis ini disiapkan untuk membantu masyarakat agar dapat pulang kampung dengan aman dan nyaman saat perayaan Nataru.
“Untuk mudik gratis Nataru tahun ini kami menyiapkan sembilan armada bus yang melayani tiga rute tujuan,” ujarnya usai kegiatan pelepasan armada mudik, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, tujuan mudik gratis tersebut meliputi Pangkalanbun di Kabupaten Kotawaringin Barat, Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur, serta Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Seluruh armada akan mendapat pengawalan dari Direktorat Lalu Lintas Polda Kalteng guna menjamin keselamatan penumpang selama perjalanan.
“Lima bus diberangkatkan pagi ini, sementara empat bus lainnya menuju Sampit dan Banjarmasin akan dilepas siang hari melalui Terminal WA Gara,” ungkapnya.
Kapolda juga mengingatkan para pengemudi bus agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan, sehingga para pemudik dapat tiba di kampung halaman dengan selamat.
Selain itu, ia mengapresiasi kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Jasa Raharja, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam menyukseskan program tersebut.
“Kolaborasi ini semakin kuat dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, khususnya dalam momen penting berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menilai mudik gratis Nataru menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam menjaga tradisi mudik sekaligus meringankan beban masyarakat.
“Ini bagian dari identitas dan kearifan lokal kita, memberi ruang bagi masyarakat untuk pulang dan merayakan Nataru bersama keluarga di kampung halaman,” katanya. (oiq)




