Mudik Lokal Dilonggarkan

Disarikan dari hasil wawancara
Sumber: Disarikan dari hasil wawancara dengan Plt Kadishub Kalteng

Sebagai contoh, tutur Siswanto, pesawat Garuda Indonesia yang biasnya tiap hari melayani dua kali penerbangan, nantinya hanya melayani satu kali penerbangan saja. Citilink yang biasanya tiap hari melayani penerbangan, bakal hanya melayani dua hingga tiga penerbang saja dalam seminggu.

“Untuk kargo logistik tetap normal, yang baru mengajukan hanya dua penerbangan logistik yakni Trigana dan Deraya. Pengalaman tahun lalu, maskapai lain juga mengajukan pesawat khusus mengangkut kargo,” bebernya.

Siswanto menambahkan, kondisi terakhir arus mudik di Bandara Tjilik Riwut, jumlah penumpang yang mudik atau meninggalkan Kalteng mengalami peningkatan.

Baca Juga:  Pengamat: Prabowo vs Airlangga Bisa Terjadi pada 2024

Terbukti ada penambahan jumlah jadwal penerbangan yang di ajukan pihak maskapai kepada pihak pengelola bandara.

“Yang mengajukan permohonan tambahan jadwal adalah maskapai Lion Air untuk rute penerbangan ke Surabaya,” kata Siswanto yang mengaku masih menunggu data jumlah penumpang pesawat di Bandara Tjilik Riwut.

Ia menuturkan, maskapai penerbangan masih bisa melayani penerbangan sampai tanggal 5 Mei mendatang.

Sementara itu, GM Garuda Indonesia Cabang Palangka Raya Fazrin Nurrahman mengatakan, maskapai Garuda akan tetap melayani penerbangan selama masa larangan mudik berlaku. Namaun pihaknya akan melakukan penyesuaian frekuensi penerbangan rute Palangka Raya.

Baca Juga:  Semangat Penerima Kartu Prakerja, Beri Manfaat Bagi Mantan Pekerja Migran

“Ada penyesuaian frekuensi atau jumlah penerbangan, sementara untuk jadwal penerbangannya tetap sama,” ujarnya.

Berbeda dengan maskapai penerbangan lainnya, Citilink justru akan menghentikan sementara layanan penerbangan untuk rute dari dan menuju Palangka Raya selama masa larangan mudik di berlakukan.

“Dari tanggal 6 sampai 17 Mei, Citilink akan no operate,” ucap Effriner selaku Station Manager Citilink Palangka Raya.