BeritaKALTENGNASIONALPalangka RayaUtama

Muhammad Syauqie Kawal Program BSPS, 865 Rumah di Kalimantan Tengah Kini Lebih Layak Huni

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Komitmen menghadirkan hunian yang layak, aman, dan manusiawi bagi masyarakat terus diperjuangkan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PAN, Muhammad Syauqie. Melalui pengawalan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), ratusan rumah warga di Kalimantan Tengah kini mengalami peningkatan kualitas secara signifikan.

Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 865 rumah di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah telah menerima bantuan BSPS. Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang sebelumnya menempati rumah tidak layak huni, untuk kemudian diperbaiki secara bertahap dengan melibatkan partisipasi aktif warga setempat.

Muhammad Syauqie menegaskan bahwa rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar setiap keluarga yang harus mendapat perhatian serius dari negara. Menurutnya, kehadiran negara tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur besar, tetapi juga melalui sentuhan langsung terhadap kebutuhan paling mendasar masyarakat.

“Rumah layak adalah kebutuhan dasar setiap keluarga. Melalui Program BSPS dari Kementerian PKP ini, saya memperjuangkan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui hunian yang aman dan manusiawi,” ujar Syauqie.

Ia menjelaskan, bantuan BSPS yang disalurkan merupakan hasil aspirasi masyarakat yang disampaikan dan dikawal langsung melalui fungsi legislasi dan pengawasan di DPR RI. Program ini tidak hanya memberikan manfaat fisik berupa perbaikan bangunan rumah, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas hidup penerima manfaat.

Pembangunan Harus Dirasakan Langsung Oleh Rakyat

“Bantuan ini diserahkan sebagai aspirasi masyarakat yang saya kawal di DPR RI. Harapannya, bantuan tersebut benar-benar bermanfaat dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga penerima,” tambahnya.

Pelaksanaan program BSPS di Kalimantan Tengah juga menekankan prinsip gotong royong. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi turut terlibat langsung dalam proses pembangunan dan perbaikan rumah. Hal ini dinilai mampu memperkuat rasa kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan permukiman.

Dampak positif program ini pun dirasakan secara luas, di antaranya rumah warga menjadi lebih layak dan aman, kenyamanan keluarga meningkat, lingkungan permukiman menjadi lebih sehat, serta tumbuhnya semangat kebersamaan dalam membangun desa dan kawasan tempat tinggal.

Dengan terus dikawalnya program BSPS, Muhammad Syauqie berharap ke depan semakin banyak masyarakat Kalimantan Tengah yang dapat menikmati hunian layak. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan program-program pembangunan berbasis kebutuhan rakyat, khususnya di sektor perumahan dan infrastruktur permukiman.

“Pembangunan harus dirasakan langsung oleh rakyat. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan rumah layak, perjuangan ini akan terus kita lanjutkan,” pungkasnya. (pra)

EDITOR: EKO

Related Articles

Back to top button