Omzet Tembus Rp150 Juta, Bisnis Sewa Tas Mewah Lavergne.id Kebanjiran Order Jelang Lebaran

KALTENG.CO-Momen Lebaran selalu identik dengan penampilan prima saat bersilaturahmi. Namun, ada pergeseran menarik dalam tren fesyen tahun ini. Alih-alih merogoh kocek puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk membeli tas baru, banyak masyarakat yang kini lebih memilih jalur sewa tas mewah.
Berdasarkan data dari platform penyewaan tas bermerek, Lavergne.id, merek ternama seperti Dior dan Chanel menjadi primadona yang paling banyak diincar menjelang hari raya.
Mengapa Dior dan Chanel?
Kepopuleran kedua merek ini bukan tanpa alasan. Tim Sales dan Marketing Lavergne.id, Edha Clarissa, mengungkapkan bahwa tipe tas klasik dari Dior dan Chanel memiliki daya tarik tersendiri dan peminat yang sangat luas.
“Merek yang biasanya disewakan adalah Chanel dan Dior karena keduanya memiliki tipe tas klasik,” ujar Clarissa.
Menariknya, tren ini mayoritas diikuti oleh kalangan profesional berusia 30-an. Mereka tampak lebih mengutamakan penampilan yang elegan namun tetap fungsional untuk acara-acara formal selama Idulfitri.
Gaya Sultan, Harga Terukur
Menyewa tas branded ternyata tidak semahal yang dibayangkan. Harga sewa yang ditawarkan sangat bervariasi, tergantung pada tipe, merek, dan kondisi tas tersebut.
Rentang Harga: Mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta untuk satu kali sewa.
Omzet Bisnis: Tingginya minat ini membuat pelaku usaha sewa tas mewah bisa meraup omzet fantastis, berkisar antara Rp100 juta hingga Rp150 juta hanya di musim Lebaran.
Untuk menjaga keamanan koleksi mewah tersebut, pihak penyedia jasa memberlakukan sistem screening yang ketat bagi calon konsumen serta mewajibkan adanya deposito. Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko kehilangan atau kerusakan barang.
Adaptasi Gaya Hidup Cerdas (Smart Lifestyle)
Fenomena ini mendapat tanggapan positif dari Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jakarta. Ketua APPMI Jakarta, Dana Duriyatna, menilai kebiasaan ini sebagai bentuk kedewasaan konsumen dalam mengelola keuangan.
“Kami melihat ini sebagai bentuk adaptasi gaya hidup yang cerdas. Konsumen sekarang semakin kritis dan mempertimbangkan nilai guna (value for money),” jelas Dana.
Daripada membeli barang mahal yang mungkin hanya dipakai satu atau dua kali saat Lebaran, menyewa dianggap sebagai solusi agar tetap tampil stand out dengan biaya yang jauh lebih terukur.
Mendukung Fashion Berkelanjutan
Di luar urusan gengsi dan ekonomi, menyewa tas mewah ternyata berdampak positif bagi lingkungan. Tren ini selaras dengan prinsip ekonomi sirkular dan sustainable fashion.
Dengan sistem sewa, masa pakai sebuah produk menjadi lebih panjang karena digunakan oleh banyak orang secara bergantian. Hal ini secara langsung membantu:
Menekan produksi berlebih di industri mode.
Mengurangi limbah pakaian (landfill).
Meminimalisir dampak mikroplastik dari proses produksi massal.
Jadi, tampil mewah di hari kemenangan kini tidak hanya soal gaya, tapi juga soal pilihan yang bijak bagi dompet dan bumi. (*/tur)




