BeritaHukum Dan KriminalKALSELNASIONAL

Operasi Senyap! 3 Jaksa di Kejari HSU Dikabarkan Terjaring OTT Maraton KPK

KALTENG.CO-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benar-benar menunjukkan taringnya di penghujung tahun 2025.

Dalam rangkaian operasi maraton yang berlangsung hampir bersamaan, lembaga antirasuah ini menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di tiga wilayah strategis: Banten-Jakarta, Bekasi, dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Gempuran bertubi-tubi ini menandakan komitmen kuat KPK dalam membersihkan praktik lancung di berbagai lini, mulai dari pemerintahan daerah hingga aparat penegak hukum.

OTT Bekasi: 10 Orang Diamankan, Ruang Bupati Disegel

Kabar terbaru datang dari wilayah Bekasi, Jawa Barat. Pada Kamis (18/12), tim penindakan KPK melakukan operasi senyap dan berhasil mengamankan sedikitnya 10 orang. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi adanya kegiatan penyelidikan tertutup tersebut.

“Saat ini tim sudah mengamankan sekitar 10 orang. Sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup di lapangan (Bekasi),” ungkap Budi kepada awak media.

Meski identitas ke-10 orang tersebut masih dirahasiakan, beredar kabar bahwa salah satu yang diamankan adalah Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Ruang kerja orang nomor satu di Bekasi tersebut juga dilaporkan telah disegel guna kepentingan penyidikan.

Guncangan di Kalsel: Dugaan Jaksa Kejari HSU Terjaring

Tak berhenti di Jawa Barat, “badai” OTT KPK juga menerjang wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Di waktu yang hampir bersamaan dengan operasi di Bekasi, KPK mengonfirmasi adanya penangkapan di Bumi Lambung Mangkurat.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa operasi di Kalsel ini diduga kuat menyasar oknum aparat penegak hukum. Sebanyak enam orang telah diamankan oleh tim KPK. Isu yang berkembang menyebutkan bahwa tiga orang jaksa struktural yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Utara (HSU) turut diringkus oleh petugas.

Kehadiran tim KPK di Kalsel menjadi bukti bahwa pengawasan terhadap integritas penegak hukum di daerah tetap menjadi prioritas utama markas Kuningan.


Rangkaian OTT Banten-Jakarta: Sita Uang Rp900 Juta

Sebagai pembuka dari maraton operasi ini, KPK sebelumnya telah sukses melakukan OTT di wilayah Banten dan Jakarta pada Rabu (17/12/2025) malam. Dalam operasi tersebut, sembilan orang terjaring, termasuk seorang jaksa dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Berikut rincian pihak yang diamankan dalam OTT Banten-Jakarta:

  • 1 Orang Aparat Penegak Hukum (Jaksa)
  • 2 Orang Penasihat Hukum
  • 6 Orang Pihak Swasta

Selain mengamankan para terduga, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai yang nilainya cukup fantastis. “Tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk tunai sekitar Rp900 juta,” jelas Budi Prasetyo.


Menunggu Status Hukum dalam 24 Jam

Meski terjadi dalam waktu yang berdekatan, Budi Prasetyo menegaskan bahwa OTT di Bekasi, Banten, dan Kalimantan Selatan merupakan kasus yang berbeda. Ketiga operasi senyap tersebut dipastikan tidak memiliki kaitan satu sama lain secara konstruksi perkara.

Sesuai aturan yang berlaku, KPK memiliki waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Publik kini menanti pengumuman resmi mengenai siapa saja yang akan mengenakan rompi oranye.

“Nanti perkembangannya seperti apa, status hukumnya bagaimana, termasuk kronologi dan konstruksi perkaranya akan kami sampaikan secara lengkap pada kesempatan berikutnya,” tandas Budi.


Mengapa OTT Terjadi Beruntun?

Maraton OTT di tiga provinsi ini menunjukkan efektivitas fungsi intelijen KPK dalam memetakan potensi suap menjelang tutup tahun anggaran.

Selain itu, banyaknya oknum penegak hukum (jaksa) yang terjaring menunjukkan adanya koordinasi intensif dalam upaya bersih-bersih di internal lembaga hukum negara. (*/tur)

Related Articles

Back to top button