Paus Leo XIV Desak Gencatan Senjata Total: “Hentikan Pamer Kekuatan, Saatnya Dialog!”

KALTENG.CO-Di tengah bayang-bayang ketegangan global yang kian memanas, Pemimpin Umat Katolik Dunia, Paus Leo XIV, menyampaikan pesan kemanusiaan yang mendalam.
Dalam sebuah doa bersama di Basilika Santo Petrus pada Sabtu waktu setempat, Paus menyerukan penghentian segera seluruh konflik bersenjata dan mengkritik keras eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Seruan ini muncul sebagai respons atas situasi geopolitik di Timur Tengah yang telah merenggut ribuan nyawa dalam waktu singkat.
Kritik Pedas terhadap Pendekatan Militeristik
Paus Leo XIV tidak menahan diri dalam mengkritik kecenderungan para pemimpin dunia yang lebih mengutamakan kekuatan senjata daripada nyawa manusia. Dalam khotbahnya yang emosional, ia menekankan bahwa ego dan materi seringkali menjadi pemicu kehancuran.
“Cukup dengan penyembahan diri dan uang! Cukup dengan pamer kekuatan! Cukup dengan perang!” tegas Paus Leo XIV sebagaimana dikutip dari Anadolu, Minggu (12/4/2026).
Beliau mengingatkan bahwa definisi kekuatan yang sebenarnya bukan terletak pada kecanggihan alutsista, melainkan pada kemampuan pemimpin untuk melindungi kehidupan. “Kesungguhan kekuatan terlihat dalam melayani kehidupan,” tambahnya.
Jeritan Anak-Anak di Zona Konflik
Salah satu poin paling menyentuh dalam pidato Paus adalah penyebutan surat-surat yang ia terima dari anak-anak yang terjebak di zona perang. Paus Leo XIV mengajak dunia untuk berhenti sejenak dan mendengarkan suara generasi masa depan yang kehilangan masa kecilnya akibat ledakan bom dan desing peluru.
Tanpa menyebut nama tokoh politik tertentu, beliau menyindir tindakan-tindakan agresif yang seringkali dibanggakan oleh pihak-pihak bertikai, meski nyatanya tindakan tersebut hanya membawa penderitaan bagi warga sipil.
Ancaman terhadap Peradaban Global
Paus Leo XIV juga menyoroti dampak sistemik dari konflik ini, terutama terkait ancaman penutupan Selat Hormuz. Jalur perdagangan vital ini menjadi titik nadir keamanan energi dunia. Paus memperingatkan bahwa jika eskalasi terus berlanjut, seluruh peradaban manusia bisa terancam hancur.
Poin-poin Utama Seruan Paus:
Hentikan Eskalasi: Segera akhiri tindakan mematikan dan pengumpulan persenjataan.
Prioritas Dialog: Mengajak para pemimpin untuk duduk di meja mediasi.
Keamanan Jalur Logistik: Menentang penutupan jalur internasional seperti Selat Hormuz.
Konteks Konflik: Ketegangan AS-Israel vs Iran
Konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026 ini telah menjadi sorotan dunia. Hanya dalam hitungan minggu, lebih dari 3.000 orang dilaporkan tewas. Meskipun gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan sempat tercapai di awal pekan ini, situasi di lapangan tetap rapuh.
Kronologi Singkat Eskalasi:
Serangan Balasan: Iran meluncurkan drone dan rudal ke wilayah Israel sebagai respons atas ketegangan sebelumnya.
Perluasan Konflik: Serangan juga menyasar aset militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Blokade Maritim: Pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran krisis ekonomi global.
Diplomasi di Ujung Tanduk
Hingga saat ini, upaya damai masih menemui jalan buntu. Perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Islamabad pada Sabtu lalu belum menghasilkan kesepakatan permanen.
Oleh karena itu, seruan Paus Leo XIV menjadi pengingat moral bagi komunitas internasional. Beliau menegaskan bahwa diplomasi adalah satu-satunya jalan keluar yang terhormat.
“Kami berseru kepada mereka: hentikan! Ini saatnya untuk damai! Duduklah di meja dialog dan mediasi,” pungkasnya. (*/tur)



