BeritaHukum Dan KriminalKALTENGPalangka Raya

Pembunuh Ustadzah Disebut Anak Mantan Perwira Polri di Sampit, Masukan Anak ke Ponpes Karena Tidak Sanggup Mendidik

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Peristiwa pembunuhan STN (35) seorang ustazah di Ponpes di Palangka Raya benar-benar mengagetkan. FA (13) seorang anak di bawah umur bisa dengan teganya menghabisi guru ngajinya sendiri. Saat ini kasus penganiayaan berat ini terus didalami jajaran Unit PPA Satreskrim Polresta Palangka Raya.

Menyusul peristiwa di luar nalar ini terungkap informasi ternyata pelaku FA adalah seorang anak pensiunan anggota Polri di Sampit yang berpangkat perwira. Saat ini orang tua FA disebutkan sebagai seorang pengusaha batubara yang terbilang sukses di wilayah Kotim,

“Abahnya bos batu bara di Sampit, kayanya mantan perwira polisi di Sampit,”ujar salah seorang warga di sekitaran Pondok Pesantren (Ponpes) di Jalan Rangas atau di belakang Dit Samapta Polda Kalteng, Jumat (17/5/2024).

Disebutkannya, FA baru sekira setengah tahun belakangan ini dititipkan orangtuanya mondok di Ponpes tersebut. Selama ini orangtunya sudah tidak sanggup lagi dengan kenakalan anaknya tersebut, sehingga akhirnya memasukannya ke Ponpes.

Mendapat pendidikan di Ponpes yang sangat keras dan ketat bukannya membuat FA menjadi lebih baik dan mempunyai adab, malahan kenakalan bocah ingusan ini semakin menjadi-jadi dan brutal, sehingga tega melakukan penganiayaan berat hingga tewas terhadap ustadzah yang selama ini dengan tulus mendidiknya agar menjadi lebih baik.

https://kalteng.co

“Kanakan tu bolos baroko trus di hukum bajamur 1/2 harian trus malam nya dihukum pulang manulis alkur an beberapa jus. Jd sakit hati dan dendam nya dng ustahzah tu,”ungkap warga setempat.

Dari beberapa foto-foto beredar di sejumlah grup whatsapp tindak penganiyaan berat yang dilakukan oleh pelaku FA terhadap korban STN (35) terbilang sadis dan mengerikan.

SADIS!!! Foto Ustadzah Korban Penganiayaan  Beredar di Grup WhatsApp

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button