NANGA BULIK, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten Lamandau kembali menyalurkan bantuan sosial berupa bahan kebutuhan makanan kepada warga masyarakat yang terkena dampak bencana banjir di Kabupaten Lamandau. Bantuan yang disalurkan kali ini sebanyak 1500an paket terdiri dari beras, minyak goreng, mie instan, dan makanan cepat saji.
Bupati Lamandau, Hendra Lesmana, didampingi Sekda Lamandau Muhammad Irwansyah, bersama unsur Forkopimda secara langsung mengunjungi warganya guna menyalurkan bantuan.
“Hari ini, bersama Forkopimda secara simultan kita salurkan kurang lebih 1500 paket sembako di beberapa titik kepada warga yang terdampak banjir,” ujar Bupati Lamandau H Hendra Lesmana, disela-sela kegiatannya saat menyerahkan bantuan sosial kepada warga terdampak banjir, Rabu (19/10/2022).
Bupati menjelaskan, hingga saat ini tim penyaluran bantuan secara continue terus membagikan bantuan kepada warga yang tinggal di desa-desa. Khusus untuk hari ini Bantuan diberikan kepada sejumlah warga yang tinggal di RT 04 Nanga Bulik, dan usai menyalurkan bantuan sembako ke warga terdampak banjir di dalam Kota Nanga Bulik, Bupati dan Forkopimda menempuh jalur sungai menggunakan speed boat untuk mengunjungi warganya yang ada di Desa Batu Kotam, Kecamatan Bulik.
“Sebelumnya pada 17 Oktober 2022 kemarin, Tim Reaksi Cepat (TRC) juga telah menyalurkan bantuan kepada warga yang ada di Desa Kahingai, dimana akses menuju desa tersebut sempat terputus dan mengakibatkan warga kesulitan mendapatkan bahan makanan, namun Alhamdulillah kemarin sudah berhasil kita distribusikan bantuan,” jelasnya.
Bupati berharap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Lamandau segera surut dan menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak yang timbul pasca banjir.
“Selain selaku waspada, Kita juga mengimbau warga untuk menjaga kesehatan dan keamanan serta segera melapor apabila membutuhkan bantuan,” tukasnya.
Untuk diketahui, bencana banjir yang melanda Kabupaten Lamandau dalam sepekan terakhir mengakibatkan ribuan warga terdampak dan ratusan jiwa harus mengungsi sementara di tempat-tempat pengungsian yang telah disiapkan pemerintah daerah melalui instansi terkait.
Sementara itu, hingga hari ini, Kamis pagi 20 Oktober 2022, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) DAS Lamandau pada STA Pantau Dermaga Batu Bisa, terpantau mengalami penurunan 04 cm pada level 786 cm, dari pantauan sebelumnya, pada Rabu 19 Oktober 2022 dan masuk dalam level darurat banjir. (lan)