Pemko Palangka Raya Salurkan 18.669 Bantuan Beras, Fokus Ringankan Beban Masyarakat

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Kota Palangka Raya kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat berpenghasilan rendah sebagai langkah konkret untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Program bantuan yang bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ini menyasar sebanyak 18.669 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di 30 kelurahan di Kota Palangka Raya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya, Samsul Rizal menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan masyarakat kurang mampu tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya.
“Program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan penyaluran bantuan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah dan Perum Bulog Provinsi Kalimantan Tengah, serta dukungan berbagai pihak terkait.
Berdasarkan data dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), jumlah penerima bantuan kali ini meningkat sekitar 3.649 orang di bandingkan periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan perluasan jangkauan program agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Peningkatan jumlah penerima juga menjadi indikator bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan program yang tepat sasaran dan inklusif, sehingga tidak ada masyarakat berpenghasilan rendah yang terlewat dari bantuan.
Selain fokus pada penyaluran bantuan, Pemko Palangka Raya juga terus mendorong penguatan ketahanan pangan daerah melalui peningkatan distribusi, menjaga stabilitas harga, serta mendorong produksi pertanian lokal.
Samsul berharap bantuan beras yang di salurkan dapat di manfaatkan secara optimal oleh masyarakat penerima untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. “Ke depan, kolaborasi lintas sektor akan terus di perkuat agar upaya menjaga stabilitas pangan di daerah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (bam)



