BeritaDISKOMINFO KALTENGDiskominfosantikDISKOMINFOSANTIK KALTENGPEMPROV KALIMANTAN TENGAH

Pemprov Kalteng Dorong Optimalisasi PAD Lewat Kebijakan Pembelian BBM di Daerah

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mendorong perusahaan agar lebih taat berkontribusi. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi perhatian serius adalah kewajiban perusahaan membeli bahan bakar minyak (BBM) langsung dari wilayah Kalteng. Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, menyebutkan potensi PAD dari sektor BBM sebenarnya mencapai sekitar Rp3 triliun. Namun, realisasi yang masuk ke kas daerah hingga saat ini baru menyentuh angka Rp1,2 triliun.

“Masih ada peluang sekitar Rp1,8 triliun yang bisa kita peroleh bila seluruh perusahaan yang beroperasi di Kalteng membeli BBM di dalam daerah,” ujar Edy usai menghadiri kegiatan di Kantor DPRD Kalteng, Selasa (2/9/2025). Ia menambahkan, masih ada sejumlah perusahaan yang lebih memilih membeli BBM dari luar Kalteng. Padahal, langkah itu justru mengurangi potensi pendapatan daerah. Karena itu, Pemprov saat ini sedang melakukan inventarisasi terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

“Kita terus menjalin komunikasi dengan dunia usaha. Harapannya, ke depan semua pihak bisa memahami bahwa membeli BBM di Kalteng bukan sekadar kewajiban, tapi juga bentuk kontribusi nyata untuk pembangunan daerah,” tegasnya. Sebelumnya, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran juga telah menekankan hal serupa dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2025 yang di gelar di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, pada Kamis (12/6/2025).

Dalam arahannya, Agustiar mengingatkan agar perusahaan tidak hanya membeli BBM di Kalteng, tetapi juga melaksanakan kewajiban lainnya, seperti membayar pajak alat berat, menggaji karyawan tepat waktu, serta menabung di Bank Kalteng. “Kontribusi nyata perusahaan akan menjadi penopang penting bagi pembangunan daerah. Jika semua pihak bergerak bersama, maka pendapatan daerah bisa di maksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Agustiar. (pra)

EDITOR: TOPAN

Related Articles

Back to top button