Pemuda 22 Tahun Tewas Tergantung, Warga Gang Walut Geger
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Warga Jalan G.M. Arsyad, Gang Walut, RT 16, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) di gemparkan dengan penemuan seorang pemuda yang meninggal dunia di dalam rumahnya. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/1/2026) siang. Korban di temukan dalam kondisi tergantung, di duga telah meninggal beberapa hari sebelum di temukan.
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap sekitar pukul 12.30 WIB, setelah warga melaporkan kecurigaan kepada pihak kepolisian. Informasi awal di terima Polsek Arut Selatan melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Baru yang kemudian meneruskan laporan adanya dugaan bunuh diri.
Korban di ketahui bernama Abdul Ricky S., berusia 22 tahun, seorang wiraswasta asal Pangkalan Bun. Menurut keterangan warga, korban selama ini tinggal seorang diri dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Penemuan bermula ketika seorang saksi mendatangi rumah korban untuk suatu keperluan. Namun, rumah tersebut dalam kondisi terkunci dari dalam, dengan pintu terhalang kasur. Kecurigaan semakin kuat setelah saksi mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam rumah.
Jenazah Korban Dievakuasi ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin
Salah seorang warga setempat, Aprian menyebutkan, korban di duga telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum di temukan. Hal itu terlihat dari kondisi tubuh korban yang mulai membengkak.
“Korban memang tinggal sendiri. Keluarga mulai curiga karena beberapa hari tidak terlihat keluar rumah, lalu mencoba mendatangi tempat tinggalnya,” katanya.
Setelah tirai jendela di buka, korban terlihat sudah dalam kondisi tergantung. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan dan melaporkannya kepada keluarga korban, ketua RT, serta pihak kepolisian.
Kapolsek Arut Selatan AKP Retno menjelaskan, petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Jenazah korban kemudian di evakuasi ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun guna di lakukan visum. “Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian,” ujarnya. (oiq)




