SAMPIT,kalteng.co– Menjelang perayaan hari raya Iduladha 1442 H, DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), meminta Pemkab Kotim melalui instansi terkait untuk terus memantau dan memeriksa kesehatan hewan kurban yang di jual masyarakat di pinggir-pinggir jalan.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban sangat penting di lakukan untuk mencegah penyakit berbahaya pada hewan kurban yang akan di konsumsi oleh masyarakat Kotim nantinya.“Kami meminta pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan terhadap penjualan sapi yang sehat kepada masyarakat, khususnya menjelang hari raya Iduladha tahun ini.
Artinya pemerintah harus bisa memberikan jaminan agar hewan kurban yang di jual adalah yang betul-betul sehat,”kata Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotim Hj.Megawati saat di bincangi di ruang kerjanya, Senin (29/6/2021).
Ia juga menyarankan, agar pemkab untuk melakukan beberapa langkah-langkah khusus. Di antaranya yaitu melakukan indentifikasi tempat penjualan hewan ternak, kemudian melakukan pemeriksaan secara teliti. Guna mengetahui atau menentukan dan memberi tanda sapi yang sehat atau tidak untuk hewan kurban.
“Hewan kurban yang ideal adalah yang terlihat sehat, berbadan gemuk dan tidak cacat, kami berharap yang di jual secara dadakan dapat memenuhi standar kesehatan hewan. Dan bagi yang mau berkurban juga agar memperhatikan syariat yang di anjurkan dalam agama, yakni hewan yang sehat, gemuk dan tidak cacat,”jelasnya.
Politisi Partai Amat Nasional (PAN) ini juga meminta dinas terkait melakukan pemeriksaan hewan ternak mulai dari tempat pemotongan hingga ke lokasi-lokasi penjualan hewan kurban dadakan.
Bagi hewan yang sehat di harapkan di beri tanda/stiker, agar masyarakat tau sudah di periksa kesehatannya dan sudah layak untuk di konsumsi.
“Kami meminta dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban. Mengingat sudah banyak yang dijual di pinggir-pinggir jalan, sementara kita tidak tahu kesehatan hewan tersebut apakah sehat atau tidak, karena hewan tersebut didatangkan dari luar pulau,”ujar Megawati. (bah/ram)




